‎Manfaat Nyata Program MBG di Konawe, Gizi Anak Tumbuh, UMKM Bergerak, Lapangan Pekerjaan Bagi Emak-emak Tersedia ‎

oleh -81 Dilihat
oleh

Muarasultra.com, Konawe – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Konawe memberikan dampak positif terhadap berbagai sektor, mulai dari peningkatan kualitas gizi masyarakat, pemberdayaan UMKM dan petani lokal, hingga pembukaan lapangan kerja baru.

‎Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Konawe, Nopri Al Ikmansyah, SH, mengatakan program MBG telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya pelajar dan kelompok penerima manfaat 3B yang meliputi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

‎“Program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujar Nopri.



‎Ia menjelaskan, program MBG di Kabupaten Konawe saat ini telah menjangkau 68.769 pelajar serta penerima manfaat 3B.

‎Keberhasilan program tersebut juga turut berkontribusi terhadap penurunan angka stunting di daerah.

‎Berdasarkan data Dinas Kesehatan, angka stunting di Kabupaten Konawe saat ini berada pada angka 2,2 persen. Capaian tersebut menjadi bukti sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda.

‎Selain sektor kesehatan, program MBG turut menggerakkan perekonomian lokal melalui pemberdayaan UMKM dan petani. Melalui Dinas Pertanian Kabupaten Konawe, pemerintah menyalurkan bantuan benih buah, sayuran, serta sarana produksi kepada petani lokal guna mendukung pasokan bahan pangan bergizi.



‎Hingga saat ini, tercatat sekitar 390 UMKM dan petani lokal telah diberdayakan melalui program MBG. Skema tersebut memastikan bahan baku pangan dipasok langsung dari hasil bumi Konawe sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

‎Di sektor ketenagakerjaan, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Konawe telah menyerap sekitar 1.768 tenaga kerja serta melibatkan ratusan mitra penyedia bahan baku.

‎Menurut Nopri, kehadiran SPPG juga menciptakan multiplier effect yang berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja lokal.

‎“Program MBG bukan hanya tentang makanan bergizi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi kerakyatan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.


‎Program ini juga berdampak pada dunia pendidikan. Banyak siswa di wilayah pedesaan dan sub-urban yang sebelumnya kerap melewatkan sekolah karena keterbatasan bekal dan uang jajan, kini dapat mengikuti pembelajaran dengan lebih baik karena makanan disediakan langsung di sekolah.

‎Selain meningkatkan kehadiran siswa, menu seimbang yang dikelola SPPG membantu meningkatkan imunitas tubuh anak dan menurunkan angka izin sakit di kalangan pelajar.

‎SPPG bersama Pemerintah Kabupaten Konawe berkomitmen untuk terus mengawal keberlanjutan program nasional tersebut guna mewujudkan Generasi Emas Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif. L

‎Dengan dukungan masyarakat dan kesiapan infrastruktur pelayanan gizi, Konawe diharapkan terus mempertahankan posisinya sebagai daerah percontohan implementasi MBG terbaik di Sulawesi Tenggara.


‎Laporan : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *