Berita

Konawe Glamor saat Efisiensi Anggaran, Gelar Pertunjukan Tari Kolosal, Ketua Dekranasda Jadi Ratu Wekoila

Muarasultra.com, KONAWE – Di tengah dorongan kuat pemerintah pusat untuk melakukan efisiensi anggaran melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe justru tampil kontras dengan kebijakan tersebut.

Inpres tersebut secara tegas mengarahkan penghematan belanja APBN/APBD serta mendorong langkah efisiensi energi, termasuk penerapan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan bagi aparatur sipil negara.

Namun, semangat penghematan itu tidak sepenuhnya tercermin di Konawe.

Pemkab Konawe diketahui menggelontorkan anggaran sekitar Rp2,8 miliar untuk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Kabupaten Konawe. Angka ini bahkan disebut lebih besar dibandingkan anggaran perayaan HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara.

Rangkaian kegiatan yang digelar pun terbilang meriah dan masif. Pemkab menggelar lulo massal di sepanjang jalan protokol Kota Unaaha. Kegiatan tersebut berhasil mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), mengulang capaian serupa pada masa kepemimpinan sebelumnya.

Tak berhenti di situ, lomba tari kreasi yang melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan pemerintah kecamatan se-Konawe turut digelar.

Pemerintah Kabupaten Konawe juga menggandeng event organizer atau eo untuk menggelar pentas seni tari kolosal suku Tolaki juga diselenggarakan di kawasan Inolobunggadue Central Park (ICP) Konawe.

Dalam pentas tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Konawe, Hj. Hania Yusran, tampil sebagai Ratu Wekoila—menambah kemegahan acara yang sarat nuansa seremonial.

Pemkab Konawe juga menggelar lomba memasak antar-OPD sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.

Puncaknya, masyarakat dihibur dengan penampilan artis ibu kota, yakni Vicky Salamor dan grup band D’Masiv pada tanggal 18 April 2026.

Besarnya anggaran dan skala kegiatan ini pun menuai pro dan kontra. Di satu sisi, pemerintah pusat tengah menekankan efisiensi dan pengendalian belanja daerah.

Namun di sisi lain, Pemkab Konawe justru menunjukkan kebijakan yang terkesan ekspansif dalam penggunaan anggaran untuk kegiatan seremonial.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik mengenai konsistensi dan prioritas kebijakan anggaran daerah, terutama di tengah tuntutan efisiensi yang digaungkan secara nasional.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan apa yang pernah disampaikan Bupati Konawe Yusran Akbar.

Ia dengan tegas patuh dan mendukung instruksi presiden terkait efisiensi anggaran tersebut.

“Saya sudah perintahkan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), supaya merevisi anggaran mereka agar benar-benar fokus pada kebutuhan dasar masyarakat. Terutama untuk pembangunan yang menyentuh langsung kepentingan publik,” ujarnya melansir ragamkendari.com, Selasa (8/4/2025).

Ketua Kadin Konawe itu menjelaskan, anggaran pembangunan yang ada tetap difokuskan pada kebutuhan rakyat. Pihaknya telah melakukan langkah konkret, dalam mewujudkan anggaran yang berpihak kepada rakyat meski ada efisiensi.

Bupati Yusran mengatakan kebijakan efisiensi ini juga membawa dampak pada pengurangan dana transfer ke Kabupaten Konawe, yang mengalami penurunan sebesar Rp92,4 miliar.

“Penurunan ini berpotensi mempengaruhi beberapa sektor, seperti layanan publik dan pembangunan infrastruktur, yang sebelumnya sangat bergantung pada dana transfer tersebut,” ungkap Bupati Yusran.

Ia mengaku, bersama Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah (Sekda), akan melakukan evaluasi bersama dengan masing-masing Kepala OPD, untuk memastikan penggunaan anggaran yang lebih tepat sasaran.

Bupati Yusran menegaskan, beberapa kegiatan yang tidak mendesak, seperti perjalanan dinas, studi banding, dan rapat luar kantor, akan dikurangi secara signifikan.

“Kami ingin anggaran lebih efisien dan terarah, tanpa mengurangi kualitas pelayanan yang harus diterima oleh masyarakat,” tegasnya.

Bupati Yusran ingin penggunaan anggaran yang lebih tepat sasaran dan fokus pada kebutuhan rakyat Konawe.

“Kami ingin anggaran yang ada, benar-benar mengarah pada pembangunan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, seperti infrastruktur dasar dan pelayanan publik,” tutur Bupati Yusran.

 

Laporan : Nur

admin

Recent Posts

Kejagung RI Tangkap Ketua Ombudsman RI, Diduga Terima Suap 1,5 M dari Perusahaan Tambang di Sultra

Muarasultra.com, JAKARTA – Tim penyidik resmi menetapkan Hery Susanto (HS) , yang menjabat sebagai Anggota…

2 jam ago

Ketua Ombudsman RI Ditangkap Kejagung, Diduga Terima Suap 1,5 Miliar dari Direktur PT Toshida Indonesia

Muarasultra.com, JAKARTA - Lembaga yang seharusnya menjadi benteng pengawasan pelayanan publik justru diguncang dari dalam.…

3 jam ago

Sinergi Pusat dan Daerah: Pengawasan Intensif Pengalihan Hak Atas Tanah Hak Guna Usaha (HGU) di Kabupaten Konawe

Muarasultra.com, KONAWE - Staf pada Seksi Pengendalian dan Penanganan Sengketa Kantor Pertanahan Kabupaten Konawe bersama…

3 jam ago

Wujudkan Lingkungan Kerja Sehat, Kantah Konawe Gelar Pemeriksaan Kesehatan

Muarasultra.com, UNAAHA – Dalam upaya memastikan kesehatan dan produktivitas pegawai, Kantor Pertanahan Kabupaten Konawe menyelenggarakan…

3 jam ago

Kantah Konawe Umumkan Kehilangan Sertifikat Tanah di Kecamatan Pondidaha dan Unaaha

Muarasultra.com, UNAAHA – Kantor Pertanahan Kabupaten Konawe secara resmi menerbitkan pengumuman mengenai kehilangan sertifikat hak…

3 jam ago

Perkuat Sinergi Antarinstansi, Kepala Kantah Konawe Hadiri Rapat Sosialisasi Kebijakan Golden Visa

Muarasultra.com, UNAAHA – Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Konawe, Rully Handayani, S.H., M.Kn., menghadiri Rapat Sosialisasi…

3 jam ago