Berita

Kasir Kantin PT OSS Jadi Korban Pelecehan Seksual TKA

Muarasultra.com, KONAWE – Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan tenaga kerja asing (TKA) asal Cina kembali mencuat di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Seorang pekerja lokal, yang merupakan karyawan (Kasir Kantin) di perusahaan industri pertambangan PT. OSS (Obsidian Stainless Steel), menjadi korban perlakuan tidak senonoh oleh salah satu TKA di lingkungan kerja.

Informasi ini pertama kali terungkap melalui rekaman suara dari orang tua korban yang tersebar di salah satu grup percakapan. Minggu (27/4/25).

Dalam rekaman tersebut, orang tua korban dengan penuh emosi menceritakan bahwa anaknya mengalami pelecehan fisik, di mana pelaku secara terang-terangan meremas payudara korban. Akibat tindakan bejat tersebut, korban mengalami kesakitan yang cukup serius hingga meninggalkan bekas memar di bagian tubuhnya.

Menurut penuturan orang tua korban dalam rekaman yang beredar. korban yang bekerja di PT Obsidian Stainless Steel (PT OSS) di Morosi mengalami pelecehan fisik. Pelaku diduga telah meremas bagian payudara korban secara paksa, sehingga menyebabkan rasa sakit serta meninggalkan bekas memar yang nyata di tubuh korban.

“Anak saya dilecehkan. Area payudara anak saya memar karena diremas,” demikian kira-kira isi pesan emosional orang tua korban dalam rekaman yang beredar.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak kepolisian dari Polres Konawe bergerak cepat. Pelaku saat ini telah diamankan dan ditahan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi memastikan bahwa proses hukum akan berjalan sesuai dengan prosedur dan memberikan rasa keadilan bagi korban.

“Pelaku telah kami amankan. Informasi yang kami Terima pihak perwakilan pelaku dan korban tengah melakukan proses mediasi untuk penyelesaian kasus ini,” ujar Kapolsek Bondoala, IPTU Payapo melalui kanit reskrim Polsek Bondoala, AIPTU Hendra, Senin (28/4/2025).

Upaya penyelesaian ini ditujukan untuk mencari jalan keluar terbaik, meskipun demikian, hak-hak korban tetap menjadi prioritas utama.

Kasus ini menuai reaksi keras dari masyarakat setempat. Banyak pihak mengecam keras tindakan pelaku dan mendesak perusahaan serta aparat hukum untuk tidak memberikan toleransi terhadap perilaku tak bermoral seperti ini, apalagi terjadi di lingkungan kerja yang seharusnya aman dan nyaman bagi seluruh karyawan, baik lokal maupun asing.

Laporan : Redaksi

admin

Recent Posts

Proyek Banjir Konaweeha Rp12,9 Miliar di Konawe Disorot, Debu Ganggu Warga dan Material Diduga Ilegal, Polisi Diminta Bertindak

Muarasultra.com, KONAWE - Proyek Pengendalian Banjir Sungai Konaweeha di desa Langgonawe, Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe,…

10 jam ago

Bawa Nama Konawe ke Panggung Regional, King Skate Tampil Gemilang di EIRC 2026

Muarasultra.com, KONAWE - Club sepatu roda Konawe King Skate (KKS) menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang…

12 jam ago

Penerangan Jalan Andowia-Wanggudu Raya Disorot Usai Kecelakaan, IPPMAWA Desak Pemkab Konut Buka Dokumen PJU, Kadis DLH Bungkam

Muarasultra.com, KONAWE UTARA — Minimnya penerangan di sepanjang jalan poros Andowia–Wanggudu Raya, Kabupaten Konawe Utara,…

17 jam ago

Upah Lembur dan Sistem Roster Dipersoalkan, Manajemen PT Sifang Mining Site TMS Konawe Utara Disorot, Buruh Ancam Mogok 21 Oktober

Muarasultra.com, KONAWE UTARA — Ratusan pekerja PT Sifang Mining Indonesia yang bertugas di Site TMS/PT…

21 jam ago

Puluhan Siswa SD dan SMA di Konsel Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Dilarikan ke Puskesmas

Muarasultra.com, KONAWE SELATAN – Puluhan siswa sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) di…

21 jam ago

Komitmen Berantas Halinar, Rutan Unaaha Gencarkan Penggeledahan Blok Hunian

Muarasultra.com, KONAWE – Menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan membutuhkan pengawasan yang konsisten serta…

22 jam ago