Muarasultra.com, KONAWE – Polres Konawe mengungkap sulitnya akses masuk wilayah Perusahaan PT Obsidian Stainless Steel (PT OSS) di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Hal ini disampaikan Kanit Tipidter Polres Konawe, IPDA Yaya Andika Pria Elsayadi, S.H., M.M. saat mengikuti rapat dengar pendapat umum (RDPU) di DPRD Konawe perihal insiden Ledakan Smelter 1 PT OSS. Kamis, (22/10/2026).
IPDA Yaya menjelaskan saat mendapatkan informasi perihal ledakan tungku smelter PT OSS, pihaknya langsung menuju ke TKP untuk melakukan penyelidikan.
”Sesuai arahan pimpinan, kami dari unit Tipidter Polres Konawe langsung ke TKP untuk melakukan rangkaian Penyelidikan,” ungkapnya.
Namun, personil Tipidter Polres Konawe awalnya tidak diberikan akses untuk masuk ke lokasi perusahaan.
”Kendala kami pak akses, kami tidak diberikan akses untuk masuk ke perusahaan saat hari kejadian (Sabtu, 17/10/2026), kami bisa masuk besoknya (Minggu, 18/10/2026), untuk melakukan penyelidikan,” jelasnya.
IPDA Yaya mengatakan setelah mendapatkan akses, pihaknya melakukan rangkaian penyelidikan serta meminta keterangan sejumlah saksi, salah satunya safety keselamatan pekerja.
”Fokus penyelidikan kami terkait SOP dan pelaksanaan SOP itu sendiri,” ungkap Yaya Andika.
Berdasarkan keterangan saksi dan hasil penyelidikan awal, penyebab ledakan smelter terjadi karena pipa pembuangan smelter tersumbat.
”Saat penanganan slek, uap panas yang terkumpul di pipa pembuangan terlambat dipindahkan ke kolam pendingin, sehingga menumpuk, memicu cairan lava yang menguap hingga terjadi ledakan,” ungkap perwira pertama Tipidter Polres Konawe.
Meski tak ada korban jiwa dalam insiden ini, Polres Konawe berharap perusahaan melakukan evaluasi terkait pelaksanaan SOP agar insiden seperti ini tidak lagi terjadi.
Laporan: Febri Nurhuda







