Muarasultra.com, KENDARI – Selegram yang juga konten kretor asal kota Kendari Alkes Kelor dilaporkan ke Polda Sultra atas dugaan tindakan rasisme yang ia lakukan menyebutkan makanan suku Tolaki Sinonggi tidak enak.
“Lebih enak ing**ku,” ujar Alkes dalam sebuah acara di Kendari.
Ucapan Alkes Kelor tersebut viral setelah dibagikan oleh akun @alkeskelorofficial dengan durasi video 8 detik.
Perkataan Alkes Kelor yang menyebut Sinonggi tidak enak menuai reaksi keras dari masyarakat Sulawesi Tenggara khususnya suku Tolaki.
Bahkan salah satu pimpinan Ormas Suku Tolaki langsung menjemput Alkes Kelor untuk kemudian diamankan di Polda Sultra.
“Hari ini saya sudah bertemu dengan Alkes Kelor, karena mulutnya badan binasa, seharusnya kita saling menghargai, kami masyarakat Tolaki punya adat, punya adab kami tidak pernah mengusik ataupun mengomentari makanan kalian,” ujar Mawa.
Sementara itu Alkes Kelor dalam video klarifikasi nya mengucapkan permohonan maaf dan penyesalan yang sedalam-dalamnya atas kekhilafan yang ia lakukan.
“Saya Alkes Kelor meminta maaf Kepada keluarga besar suku Tolaki dan pimpinan Ormas, saya sangat menyesal atas ucapan saya dan saya siap mengikuti proses hukum kepolisian dan hukum adat yang berlaku,” ujar Alkes penuh penyesalan.
Apa yang dialami Alkes Kelor merupakan pelajaran bagi semua orang untuk lebih arif dan bijaksana dalam menggunakan media sosial, jngan hanya karena persoalan guyon atau lucu-lucuan lantas melupakan nilai-nilai kearifan lokal dan budaya kita yang beragam.
Laporan : Febri







