Bupati Konawe Yusran Akbar Bantu Keluarga Pra Sejahtera di Kelurahan Lawulo

oleh -928 Dilihat
oleh

Muarasultra.com, Konawe – Pemberitaan tentang keluarga penyandang disabilitas yang hidup di rumah reyot tanpa fasilitas MCK di Kelurahan Lawulo, Kabupaten Konawe, menyentak nurani pejabat daerah. Tak menunggu rapat atau protokoler, Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST, langsung merespons dengan bantuan tunai dari kantong pribadinya.

Bantuan sebesar Rp 10 juta itu diserahkan oleh Plt. Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Konawe, Robin Hermansyah, pada Rabu, 17 September 2025. Ia datang langsung ke rumah La Bade dan istrinya, pasangan lansia penyandang disabilitas yang tinggal di rumah berbilik papan yang nyaris roboh.

“Bantuan ini merupakan bantuan pribadi H. Yusran Akbar untuk meringankan beban warganya,” tegas Robin Hermansyah usai menyerahkan bantuan.

Namun bukan hanya uang yang dibawa Robin. Ia juga menyampaikan instruksi langsung dari Bupati untuk segera melakukan langkah konkret.

“Beliau juga menginstruksikan kepada kami untuk melihat secara langsung kondisi warganya tersebut. Dan yang utama, Bupati telah memerintahkan untuk segera membangunkan WC bagi keluarga ini. Ini adalah wujud kepedulian langsung yang beliau perintahkan untuk segera ditindaklanjuti,” tambah Robin.

Penderitaan La Bade dan istrinya terungkap lewat pemberitaan media yang menggambarkan kondisi hidup mereka. Rumah yang ditinggali nyaris tak layak disebut tempat tinggal: dinding lapuk, lantai lembab, dan tak satu pun fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK). Untuk buang air, mereka menumpang ke rumah tetangga.

Lebih menyayat, kondisi disabilitas yang mereka alami tak kunjung mendapat perhatian. La Bade hanya bekerja serabutan di kebun sawit dengan penghasilan tak menentu. Sang istri mengalami gangguan penglihatan dan nyaris tak bisa beraktivitas sendiri. Selama ini, keluarga ini luput dari jangkauan program bantuan sosial pemerintah.

Respons cepat Bupati Yusran ini menjadi angin segar sekaligus kritik terselubung terhadap birokrasi yang kerap lamban. Tindakan spontan sang bupati menunjukkan bahwa kepekaan pejabat bisa menjadi katalis perubahan.

Langkah Yusran Akbar diharapkan tak berhenti sebagai respons insidental, melainkan menjadi preseden bagi penanganan kemiskinan dan disabilitas secara sistemik. Kepedulian yang dieksekusi langsung dari atas menjadi cermin bagaimana kebijakan bisa menyentuh rakyat tanpa menunggu instruksi panjang berjenjang.(**)

Laporan : Redaksi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *