Bangunan SMPN 2 Amonggedo Tak Terawat Netizen : Dana BOS Kemana??

oleh -612 Dilihat
oleh
Kondisi sejumlah gedung sekolah SMP N 2 Amonggedo, Kecamatan Amonggedo, Kabupaten Konawe.

Muarasultra.com, KONAWE – Dunia pendidikan di Kabupaten Konawe kembali mendapatkan sorotan publik.

Sorotan ini bukan karena prestasi positif yang ditorehkan namun kondisi bangunan sekolah yang nampak memprihatinkan.

Adalah SMP Negeri 2 Amonggedo yang berlokasi di Kecamatan Amonggedo, Kabupaten Konawe.

Berdasarkan laporan salah satu warga setempat, bangunan sekolah tersebut jauh dari kata layak bahkan membahayakan bagi siswa.

Bagaimana tidak, plafon ruangan, papan dan balok penyangga gedung perpustakaan dan laboratorium sudah lapuk. Kondisi ini diperparah dengan rusaknya beberapa pintu ruangan di sekolah itu.

Kepala SMP N 2 Amonggedo, Rastina, S.Pd saat dikonfirmasi membenarkan kondisi bangunan sekolah tersebut. Dikatakan pihaknya beberapa kali telah mengajukan pemeliharaan ke dinas pendidikan dan kebudayaan (Dikbu) Konawe namun hingga detik ini belum ada tindak lanjut.

“Kami masuk ke sekolah ini tahun 2022 dan kondisi ruangan perpustakaan dan laboratorium memang sudah memperihatinkan. Kami sudah mengusulkan DAK melalui aplikasi, kami juga sudah menyampaikan secara langsung ke dinas namun belum ada tindak lanjut,” ungkap Rastina.

Terpisah Kadis Dikbud Konawe, Dr. Suryadi, S.Pd., M.Pd., MH. saat dikonfirmasi melalui telepon seluler mengatakan untuk revitalisasi gedung sekolah saat ini menjadi kewenangan kementerian pendidikan dan kebudayaan RI.

“Untuk tahun ini, hanya 11 sekolah yang mendapatkan revitalisasi. Adapun penentuan sekolah yang mendapatkan revitalisasi didasarkan di Aplikasi Kolaborasi Perencanaan dan Informasi Kinerja Anggaran (Krisna), dinas pendidikan kabupaten hanya melakukan pengawasan,” ujarnya.

Kadis Dikbud Konawe mengimbau agar masing-masing satuan Pendidikan memastikan data informasi di dapodik agar betul-betul diperhatikan, sebab semua informasi pelayanan pendidikan dan sarana semua melalui aplikasi yang terintegrasi.

Sementara itu, sejumlah pihak mempertanyakan kemana dana BOS yang digelontorkan setiap tahun. “Dana bosnya kemana, masa biar triplek atau pintu harus ke dinas lagi, dana bos bisa,” ujar Faisal yang juga mantan guru.

Ia juga menyinggung kualitas bahan bangunan yang digunakan sekolah jauh dari kualitas mutu yang baik. “Kalau bahan bangunnya bagus, pasti tahan lama tapi karena ini kejar keuntungan jangan salahkan kalau 1 tahun sudah rusak,” tukasnya.

Laporan : Febri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *