Muarasultra.com, KENDARI – Perebutan kursi ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tingkat I Partai Golongan Karya (Golkar) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus menjadi perhatian publik.
Setelah sebelumnya agenda Musda Golkar Sultra rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 26 Oktober 2025 tiba-tiba saja agenda ini ditunda oleh DPP Partai Golkar.
Penundaan ini tertuang dalam surat keputusan B-809/DPP/GOLKAR/X/2025 hari Kamis 23 Oktober 2025.
Desas desus yang beredar penundaan ini dilakukan setelah Bupati Muna Barat La Ode Darwin mendaftarkan diri dalam kontestasi pemilihan ketua partai Beringin (Golkar) Sultra.
Hal lain yang menarik perhatian publik saat ini adalah sosok ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia yang saat ini menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia tercatat menjadi anggota Kabinet Merah Putih dengan kinerja terburuk dalam survei Evaluasi Kinerja Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran yang dirilis Center of Economic and Law Studies (Celios).
Dalam survei tersebut, Bahlil mendapatkan penilaian terendah dari survei publik dengan skor –1320. Demikian pula pada survei expert judgment dengan skor -151.
“Ini sejalan dengan kritik para ahli sebelumnya yang juga menempatkannya di posisi terbawah, menandakan bahwa sektor energi dinilai bermasalah, penuh konflik kepentingan, dan minim terobosan,” papar Celios dalam survei yang dirilis baru-baru ini, dikutip Senin (20/10/2025).
Maraknya persoalan tambang ilegal dan perambahan hutan lindung disinyalir menjadi faktor pendukung bagi responden memberikan catatan buruk bagi kinerja Bahlil Lahadalia.
Hal yang sama juga dialami oleh dua kandidat Ketua DPD Golkar Sultra, H. Herry Asiku, SE dan La Ode Darwin. Kedua kader ini tengah menjadi sorotan, sebab keduanya diduga tercatat sebagai direksi perusahaan tambang di Sultra.
Seperti kita ketahui, segala urusan pertambangan saat ini berada di bawah kementerian ESDM yang mana saat ini menterinya adalah ketua umum partai Golkar, dan secara kebetulan yang akan bertarung pada Musda Golkar Sultra adalah kader yang memiliki dan pernah terafiliasi dengan perusahaan tambang nikel di Sultra.
H. Herry Asiku, SE.
Hery Asiku lahir di Ujung Pandang 17 Januari 1958. Herry Asiku merupakan ketua DPD Partai Golkar, saat ini ia menjabat sebagai wakil ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara.
Selain memiliki karir yang cemerlang di dunia politik, Herry Asiku juga dikenal sebagai pebisnis handal khususnya di dunia pertambangan.
Di dunia pertambangan nikel, nama Wakil Ketua DPRD Sultra Herry Asiku tercatat sebagai Komisaris di 5 perusahaan tambang nikel dan tambang batu (Sumber MODI ESDM) .
Perusahaan itu antara lain,
PT Apollo Nickel Indonesia beroperasi di Kabupaten Konawe Utara. PT Apollo Nickel Indonesia memiliki IUP operasi Produksi Nikel dengan luas 106 hektare berlaku hingga 21 Oktober 2031.
PT Sinar Jaya Sultra Utama atau SJSU perusahaan pertambangan nikel memiliki IUP operasi produksi mineral logam nikel dengan luas 301.0 di Konawe Utara.
PT. Konut Jaya Mineral, perusahaan pertambangan nikel di Konawe utara dengan luas izin usaha operasional atau IUP 732,2 hektare.
PT. Putra Konawe Utama juga merupakan perusahaan pertambangan nikel dengan luas IUP 4845 di Konawe Utara.
Terakhir, dua IUP PT Konaweeha Makmur perusahaan pertambangan batu di Kabupaten Konawe.
La Ode Darwin
La Ode Darwin lahir pada 7 Juli 1986 di Kontulempe, Kecamatan Tongkuno, Kabupaten Muna.
Politikus Partai Golongan Karya La Ode Darwin kini menjabat sebagai Bupati Muna Barat masa jabatan 2025–2030. Ia menjabat sejak 20 Februari 2025 setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta.
Didunia usaha, La Ode Darwin tercatat pernah menjadi direktur perusahaan tambang nikel di Sulawesi Tenggara dan Halmahera Tengah.
Perusahaan tersebut adalah
– PT Arga Morini Indah
– PT Arga Morini Indotama
– PT Bakti Pertiwi Nusantara
PT Arga Morini Indah (AMI) dan PT Arga Morini Indotama (Amindo)merupakan perusahaan pemilik IUP operasi produksi nikel di Kabupaten Buton Tengah (Buteng). Nama La Ode Darwin sendiri tercatat pernah menjabat direktur di kedua perusahaan ini.
Kemudian, La Ode Darwin juga pernah tercatat sebagai Direktur perusahaan tambang PT Bakti Pertiwi Nusantara yang beroperasi di kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara.
Dugaan Rangkap Jabatan
Baik Herry Asiku dan La Ode Darwin, keduanya saat ini menjadi sorotan sejumlah aktivis dan mahasiswa. Keduanya diduga merangkap jabatan sebagai penyelenggara negara juga sebagai pemilik perusahaan.
Dari sejumlah data dan informasi diatas, perebutan kursi ketua Golkar Sultra bukan hanya pertarungan biasa namun bisa dikatakan pertarungan gengsi antara dua pejabat publik (Bupati dan Wakil Ketua DPR), pertarungan dua pengusaha tersohor di bumi Anoa.
Siapapun yang akhirnya terpilih, masyarakat berharap agar Golkar Sultra menjadi partai politik yang mengedepankan kepentingan rakyat diatas kepentingan korporasi dan pribadi.
Laporan : Febri Nurhuda






