Muarasultra.com, KONAWE – Dugaan penyalahgunaan dan penimbunan BBM subsidi jenis pertalite di SPBU 7493407 Pohara, desa Laosu, Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terungkap.
Disaat masyarakat tengah merasakan sulitnya mendapatkan bahan bakar pertalite dan solar subsidi, justru petugas SPBU 7493407 sendiri ternyata yang melakukan kecurangan untuk meraup keuntungan pribadi.
Salah satu warga kecamatan Sampara bernama Pebri mengaku menjadi korban dari permainan busuk petugas SPBU Pohara.
Pebri mengaku hendak melakukan pengisian BBM pertalite menggunakan kendaraan mobil dengan TNKB DT 1442 FF di SPBU Pohara.
Setelah melalui antrian akhirnya giliran Pebri untuk melakukan pengisian BBM pun tiba.
Namun bukannya mendapatkan Pertalite, Pebri justru tidak dibolehkan melakukan pengisian dengan alasan barcode kendaraan miliknya telah digunakan.
”Tadi mlm ini sy mengantri di SPBU Pohara tapi tdk bisa mengisi karna sdah di pake sy punya barcode,” jelasnya saat dikonfirmasi, Minggu (11/10/2026).
”Antri sampai mearo (Lapar), pas giliran sudah dipakemi barcode,” tambah Pebri.
Merasa diperlakukan tidak adil, Pebri meminta untuk memeriksa CCTV milik SPBU Pohara
”Saya minta lihat CCTV, langsung di sawa2 (Rayu), di isikan Biarmi tdk pke barcode,” ujar Pebri.
Atas peristiwa ini, Pebri berharap Hiswana Migas, dinas Perindag dan aparat penegak hukum dari Polres Konawe untuk menelusuri dugaan permainan barcode BBM subsidi yang diduga dilakukan oleh oknum petugas SPBU Pohara.
Sebab bisa dipastikan pola ini telah lama berlangsung, dan yang paling penting masyarakat kecil yang sangat membutuhkan bbm subsidi yang dirugikan.
Laporan : Nurhuda







