Puluhan Warga di Langgikima Konut Terlibat Cekcok di Lokasi Tambang, Sebagian Gunakan Baju PT Tiran Indonesia

oleh -1379 Dilihat
oleh

Muarasultra.com, KONAWE UTARA – Beredar video puluhan warga di Konawe Utara terlibat cekcok hingga saling ancam menggunakan senjata tajam jenis samurai, Minggu (17/12/2023).

Video yang terdiri dari 3 bagian dengan durasi berbeda itu memperlihatkan puluhan warga saling debat dan tarik menarik sebuah kain putih, sebagian warga menggunakan baju bertuliskan PT TIRAN INDONESIA.

Video pertama dengan durasi 1 menit 2 detik memperlihatkan puluhan warga berkumpul didepan jetty sebuah kapal tongkang.

Salah satu pria berkacamata menggunakan topi hitam terbalik menegaskan agar warga yang sedang menutup jetty menggunakan kain putih untuk segera dibuka.

“Bongkar, bongkar, kenapaka korang takut (Dalam bahasa daerah Tolaki – Red),” ujarnya.

Video selanjutnya berdurasi 2 menit 43 detik memperlihatkan situasi cekcok semakin jadi, warga saling tarik menarik hingga saling dorong.

Hingga akhirnya muncul beberapa warga membawa senjata tajam jenis samurai sambil berteriak, ” Saya kasih tau komorang yang tidak terlibat mundur,” tegas seorang lelaki menggunakan tongkat.

Nampak seorang anggota kepolisian berusaha menenangkan warga, namun sulit karena jumlah warga yang pro dan kontra cukup banyak.

Warga yang sebelumnya bertahan di depan jetty menggunakan kain putih berhasil di pukul mundur.

Tak terima di pukul mundur warga yang bertahan di depan jetty mencoba melakukan perlawanan, mereka juga mengambil senjata tajam yang nampaknya sudah disiapkan di dalam sebuah mobil.

Kemudian untuk video ketiga berdurasi 30 detik terlihat warga pro dan kontra saling ancam menggunakan sajam.

Kapolsek Wowirano IPDA Enos Kadang saat dikonfirmasi membenarkan terkait peristiwa ini.

“Sementara kami lakukan pengamanan,semoga situasi kamtibmas aman,” ujarnya singkat melalui pesan whatsapp.

Hingga berita ini terbit, belum diketahui penyebab terjadinya pertikaian antar warga di lokasi jetty tersebut. Awak media masih berupaya mencari informasi tambahan terkait peristiwa tersebut.

Laporan : Febri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *