Terendam Banjir Ratusan Hektare Sawah di Kolaka Timur Terancam Gagal Panen

oleh -538 Dilihat
oleh
Kondisi terkini Banjir di Kecamatan Mowewe, Kabupaten Kolaka Timur.

Muarasultra.com, KOLAKA TIMUR – Hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Sulawesi Tenggara, sejak Rabu (13/7/2023) hingga Kamis (14/7/2022) mengakibatkan puluhan rumah dan ratusan hektare sawah serta akses jalan di Kecamatan Mowewe, Kabupaten Kolaka Timur terendam banjir.

Kapolsek Mowewe, AKP Ridwan S.H mengatakan banjir ini juga diakibatkan karena posisi Kelurahan Horodopi yg agak rendah di banding desa/kelurahan lainnya.

Lanjut Kapolsek, juga ada pendangkalan aliran sungai, dan berdasarkan informasi dari Lurah Horodopi bahwa aliran sungai di Kilometer 25 Kelurahan Horodopi agak tersendat karena ada bongkahan batu besar ditengah sungai yang menghalangi kelancaran aliran air.

“Sehingga apabila hujan intensitas tinggi berpotensi banjir,” ungkapnya.

Kapolsek mengungkap terdapat ratusan hektare sawah yang belum panen terendam banjir yang berpotensi mengakibatkan gagal panen bila banjir berkelanjutan, serta jalan poros sepanjang 50 meter terendah.

“Ada juga pohon yang tumbang di tengah jalan poros sehingga kurang lebih 30 menit kendaraan tidak bisa melintas, untuk ketinggian banjir mencapai setengah meter,” jelasnya.

Kapolsek menjelaskan kondisi saat ini air belum surut sepenuhnya sehingga pihaknya belum bisa memastikan kondisi tanaman padi seperti bagaimana.

Kapolsek menghimbau kepada warga dengan situasi cuaca beberapa hari terakhir ini dengan hujan intensitas tinggi agar tetap berhati-hati dan siap siaga untuk sama-sama memantau perkembangan situasi agar bisa meminimalisir potensi kerugian baik korban manusia maupun materil.

“Akibat kejadian ini terkait kerugian yang ditimbulkan saat ini masih dilapangan untuk memantau dan berkoordinasi dengan Lurah Horodopi dan Kades Watupute,” tutupnya.

Sementara itu, salah satu masyarakat sekitar Misra mengatakan banjir ini bukan yang pertama kalinya terjadi di Mowewe, tetapi sudah beberapa kali terjadi.

“Ini sudah berulang mi banjir, kalau hujan deras pasti banjir,” jelasnya.

Ia berharap agar pemerintah daerah dapat segera mengatasi permasalahan banjir ini, agar padi yang belum panen dapat terselamatkan.

Laporan : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *