Muarasultra.com, KONAWE – Dewan Pengurus Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD PKS) Kabupaten Konawe, melaksanakan Sekolah Tani sekaligus melantik 35 Duta Tani yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Konawe, Minggu (25/10/2026).
Pelantikan berlangsung di kantor DPD PKS Konawe, Kelurahan Ambekairi, Kecamatan Unaaha.
Hadir dalam kegiatan ini Kepala Bidang (Kabid) BPPN PKS Sultra, Ngadiman, SE.MM. Adapun pemateri kegiatan yakni Wahid Ganing, SE.MM.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan pelantikan 10.000 Duta Tani secara nasional yang dipusatkan di Kabupaten Pringsewu, Lampung, dan dihadiri Menteri Pertanian Republik Indonesia, H. Amran Sulaiman.
Di Kabupaten Konawe, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat di sektor pertanian, tetapi juga diarahkan untuk mendorong kemandirian pangan melalui pemanfaatan lahan dan kegiatan produktif di tingkat rumah tangga.
Rangkaian kegiatan diisi dengan praktik budidaya ayam skala rumahan serta pemberian bantuan bibit ayam sebagai modal awal bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha peternakan secara mandiri.

Ketua DPD PKS Konawe, Mindano, S.Pd.I., M.E., mengatakan, program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok.
Menurutnya, pemanfaatan bibit ayam untuk budidaya skala rumahan dapat menjadi langkah sederhana untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarga sekaligus membuka peluang usaha produktif.
Program ini juga membawa semangat membangun kemandirian ekonomi masyarakat dari lingkup terkecil, yakni keluarga, agar manfaatnya dapat berkembang lebih luas.

“Dari sedikit menjadi banyak. Dari rumah, untuk Konawe, Kendari, Konsel, dan Kolaka,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Melalui Sekolah Tani dan pelantikan Duta Tani, DPD PKS Konawe berharap tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk mengembangkan sektor pertanian dan peternakan secara mandiri, produktif, serta berkelanjutan.
Gerakan ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut melalui pendampingan dan praktik nyata yang mampu memperkuat ketahanan pangan serta membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Laporan: Redaksi







