Ana Tewas di Perkebunan, Polisi Tunggu Hasil Autopsi, Keluarga Ungkap Polemik dengan Kekasih

oleh -70 Dilihat
oleh

Muarasultra.com, Konawe Selatan – Misteri kematian Ana atau Damra Yani (22), warga Desa Tolihe, Kecamatan Baito, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), mulai terungkap dari sejumlah informasi yang disampaikan keluarga korban. Salah satunya terkait kisah asmara dan persoalan utang sebelum Ana ditemukan meninggal dunia.

Ayah korban, Aswan (40), mengatakan Ana diketahui tengah menjalin hubungan asmara dengan seorang pria bernama Jefri alias Jongkor. Menurut Aswan, hubungan keduanya bahkan disebut akan berlanjut ke jenjang pernikahan.

Namun, hubungan tersebut sempat diwarnai persoalan utang. Ana disebut meminjam uang sebesar Rp250 ribu kepada Jefri.

Aswan mengatakan, persoalan utang tersebut kemudian menjadi polemik. Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, Ana disebut mendapat tekanan untuk mengembalikan uang tersebut.

“Ini semua kita dapat informasinya. Ada juga bukti-bukti chatnya. Diancam mau diputuskan kalau tidak kembalikan uang Rp250 ke Jefri,” kata Aswan saat diwawancarai Kisahan.id di RS Bhayangkara Kendari.

Aswan menuturkan, Ana merupakan seorang ibu yang memiliki satu anak. Suaminya telah meninggal dunia akibat kecelakaan.

Anaknya kini tinggal bersama neneknya, sedangkan Ana bekerja di sebuah warung makan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan menghidupi anaknya.

Meski keluarga korban menyebut nama Jefri dalam informasi yang mereka terima, polisi belum menyimpulkan adanya keterlibatan pria tersebut dalam kematian Ana.

Kasat Reskrim Polres Konsel AKP Taufik Hidayat mengatakan seluruh informasi yang berkaitan dengan kasus tersebut masih membutuhkan pendalaman. Masyarakat juga diimbau agar tidak membuat spekulasi sebelum penyelidikan polisi selesai.

“Kita tunggu hasil autopsi dulu,” singkat Taufik.

Sebelumnya, Ana ditemukan meninggal dunia di area perkebunan milik warga di Desa Roraya, Kecamatan Tinanggea, Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 10.10 Wita.

Saat ditemukan, pakaian korban dalam kondisi tidak lengkap dan mulutnya disumbat kain.

Jenazah Ana kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Kendari untuk menjalani autopsi. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian korban, termasuk mendalami dugaan pembunuhan dan kekerasan seksual yang beredar di masyarakat.

Hasil autopsi dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi nantinya menjadi bagian dari proses penyelidikan polisi untuk mengungkap misteri kematian Ana.

Laporan: Redaksi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *