Warga Sambeani Hilang di Rawa Anggoro-Abuki, Keluarga Temukan Motor dan Tiga Batang Rokok Milik Korban

oleh -196 Dilihat
oleh

Muarasultra.com, KONAWE — Seorang warga Desa Sambeani, Kecamatan Abuki, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, bernama Nasaruddin dilaporkan hilang saat mencari ikan di kawasan hutan Desa Anggoro atau Rawa Anggoro, Kecamatan Abuki.

‎Hingga Selasa (15/9/2026), Nasaruddin belum ditemukan. Tim gabungan yang terdiri dari keluarga, warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konawe dan personel Polsek Abuki masih melakukan pencarian di sekitar lokasi.

‎Kepala Desa Sambeani, Sulhaji, S.Sos., saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon membenarkan adanya laporan warga yang hilang tersebut.

‎Ia mengatakan, proses pencarian masih terus dilakukan oleh petugas bersama keluarga dan masyarakat.

‎”Keluarga, BPBD masih di lokasi melakukan pencarian,” ujar Sulhaji, Selasa (15/9/2026).

‎Sulhaji menjelaskan, peristiwa tersebut bermula pada Senin (14/9/2026) sekitar pukul 14.00 Wita. Saat itu, Nasaruddin bersama dua rekannya telah berencana pergi mencari ikan di wilayah Desa Anggoro (Puri Osu) menggunakan alat setrum ikan.

‎Namun, Nasaruddin ternyata lebih dahulu berangkat menuju lokasi pencarian ikan di kawasan Rawa Anggoro. Sementara dua rekannya menyusul sesuai rencana.

‎Hingga matahari terbenam dan malam tiba, Nasaruddin tidak kunjung kembali ke rumah. Kondisi tersebut kemudian membuat keluarga khawatir dan melakukan pencarian awal.

‎Karena Nasaruddin belum juga ditemukan, pihak keluarga bersama pemerintah desa kemudian menghubungi pihak kepolisian serta meminta bantuan tim SAR BPBD Konawe untuk melakukan pencarian.

‎Dalam proses pencarian, tim menemukan sepeda motor milik Nasaruddin masih berada di sekitar lokasi. Selain itu, ditemukan pula rokok yang diduga milik korban sebanyak tiga batang.

‎”Motornya masih ada, kemudian juga ditemukan rokok milik korban masih ada tiga batang. Namun sampai saat ini yang bersangkutan belum juga ditemukan,” jelas Sulhaji.

‎Pencarian terhadap Nasaruddin masih terus dilakukan dengan menyisir kawasan sekitar lokasi yang diduga menjadi tempat terakhir korban mencari ikan.


‎Laporan: Febri Nurhuda


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *