Muarasultra.com, KONAWE – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Konawe melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Selasa (12/8/2026). Sidak tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan pelayanan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) kepada masyarakat berjalan sesuai ketentuan.
Dalam arahannya, Kepala Dinas Perindag Konawe, Drs. Akib Ras, mengimbau seluruh pengelola SPBU agar memberikan pelayanan sesuai regulasi dan ketentuan yang ditetapkan oleh Pertamina.
Akib menegaskan, setiap kendaraan hanya diperbolehkan melakukan pengisian sesuai ketentuan, dengan prinsip satu kendaraan untuk satu orang dan satu kali antrean.
Ia juga mengingatkan agar kendaraan jenis Thunder maupun kendaraan yang menggunakan tangki rakitan tidak diperbolehkan ikut mengantre untuk mendapatkan BBM bersubsidi.
“Kami mengimbau pelaku usaha SPBU agar menjalankan pelayanan sesuai regulasi dan aturan dari Pertamina. Satu kendaraan untuk satu orang, satu kali antrean. Motor jenis Thunder dan tangki rakitan dilarang keras untuk ikut mengantre,” tegas Akib.
Menurutnya, pengawasan akan terus dilakukan untuk mencegah terjadinya praktik yang dapat mengganggu distribusi BBM bersubsidi dan merugikan masyarakat.
Akib menegaskan, pihaknya tidak akan segan memberikan teguran kepada SPBU yang ditemukan melakukan pelanggaran. Bahkan, apabila pelanggaran dinilai serius atau terus berulang, Perindag Konawe dapat memberikan rekomendasi penghentian operasional SPBU sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.
Salah satu warga Unaaha, Nasruddin membernarkan informasi tersebut, ia menyebutkan bahwa sejak kemarin kendaraan jenis Thunder sudah dilarang melakukan pengantrian BBM.
”Dari Kemarin dilarang, hari ini sudah tidak ada Thunder di Pertamina Unaaha , saya tidak tau kalau Pertamina Lalosabila karena disana dekat tempat pembongkaran,” ujarnya.
Nasruddin berharap agar pihak kepolisian dan dinas terkait bisa menindak tegas oknum pengantri yang hanya mementingkan kepentingan pribadi.
”Harapan kita semua kembali normal, kasian kita ini yang antri berjam-jam baru nda dapat BBM,” pungkasnya.
Laporan : Febri Nurhuda







