Pamit dalam Pengabdian: Jejak AKBP Noer Alam di Konawe, Dari Menjaga Kamtibmas Hingga Menyatukan Konflik Sosial

oleh -255 Dilihat
oleh

Muarasultra.com, KONAWE – Setiap pertemuan pada akhirnya akan berujung pada perpisahan. Namun, ada perpisahan yang meninggalkan jejak begitu dalam di hati masyarakat. Itulah yang kini dirasakan banyak warga Kabupaten Konawe saat AKBP Noer Alam, S.I.K., bersiap meninggalkan daerah yang telah dipimpinnya selama kurang lebih 1 tahun 4 bulan sebagai Kapolres Konawe.

‎Perwira menengah Polri itu kini mendapat amanah baru sebagai Kapolres Baubau, Polda Sulawesi Tenggara (Sultra).

Di balik perpindahan tugas tersebut, tersimpan kisah pengabdian yang telah mewarnai perjalanan keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Konawe.

‎Sejak pertama kali menginjakkan kaki di Konawe pada April 2025, AKBP Noer Alam datang bukan hanya sebagai pemimpin institusi kepolisian.

Ia hadir sebagai sahabat masyarakat, mitra organisasi kemasyarakatan, rekan diskusi para aktivis NGO, hingga sosok yang membuka ruang komunikasi dengan insan pers.

‎Dalam menjalankan tugasnya, AKBP Noer Alam dikenal mengedepankan pendekatan persuasif, humanis, dan penuh kebersamaan. Di tengah berbagai dinamika sosial yang terjadi, ia memilih jalan dialog dibanding konfrontasi, merangkul dibanding memisahkan.

‎Di bawah kepemimpinannya, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Konawe tetap terjaga dalam kondisi aman dan kondusif.

Berbagai potensi konflik mampu diredam melalui komunikasi yang intensif dan langkah-langkah preventif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

‎Salah satu capaian yang paling dikenang adalah keberhasilannya menuntaskan konflik sosial terkait lahan di Tawamelewe.

Persoalan yang sempat menjadi perhatian banyak pihak itu akhirnya dapat diselesaikan melalui pendekatan yang mengutamakan musyawarah dan ketenangan, sehingga mampu mengembalikan rasa aman di tengah masyarakat.

‎Bagi sebagian warga, keberhasilan tersebut bukan sekadar penyelesaian sebuah konflik, melainkan bukti bahwa kehadiran negara dapat dirasakan melalui sentuhan kemanusiaan.

‎Kesan mendalam terhadap sosok AKBP Noer Alam juga disampaikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Konawe, Jahiuddin. Menurutnya, Kapolres Konawe itu menjadi salah satu kunci terciptanya kondisi daerah yang aman dan kondusif hingga saat ini.

‎”Syukur Alhamdulillah, sejak bapak Kapolres AKBP Noer Alam menginjakkan kaki di Konawe, daerah ini aman dan kondusif. Kami masih sangat butuh beliau, tapi karena tugas negara beliau harus bertugas ke Bau-Bau. Bapak Kapolres, mewakili masyarakat Konawe saya menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan pengabdian selama bertugas di Kabupaten Konawe. Kami doakan bapak diberikan kesehatan, keberkahan selama bertugas di Bau-Bau dan sukses selalu,” ujar Jahiuddin saat kegiatan Trabas Anoa Bhayangkara Konawe di Desa Tawarotebota, Kecamatan Uepai beberapa waktu lalu.

‎Kegiatan Trabas Anoa Bhayangkara Konawe itu pun menjadi momen yang sarat makna. Di antara deru mesin motor trail yang membelah jalur pedesaan, terselip suasana haru karena kegiatan tersebut menjadi agenda trabas terakhir AKBP Noer Alam sebagai Kapolres Konawe.

‎Di hadapan masyarakat dan para peserta yang hadir, AKBP Noer Alam menyampaikan salam hangat sekaligus pesan perpisahan.

Dengan nada penuh kehangatan, ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Konawe yang telah menerima dirinya selama menjalankan tugas.

‎”Saya ucapkan terima kasih. Tanggal 31 nanti kami akan mengikuti sertijab di Polda dan akan bertugas di Kota Baubau. Silakan rekan-rekan yang berkunjung ke Bau-Bau bisa kontak kami untuk silaturahmi, kami terima. Melalui kesempatan ini juga kami izin pamit dan undur diri,” ungkapnya.

‎Ucapan itu sederhana, namun menyimpan makna mendalam. Sebab bagi seorang pemimpin, jabatan memang dapat berganti, tetapi kenangan pengabdian akan tetap tinggal.

‎Kini, Konawe akan menyambut pemimpin baru di tubuh Polres Konawe. Namun jejak langkah AKBP Noer Alam akan tetap menjadi bagian dari cerita daerah ini tentang seorang Kapolres yang datang membawa ketenangan, merawat kebersamaan, dan meninggalkan warisan berupa rasa aman yang dirasakan masyarakat.

‎Di penghujung masa tugasnya di bumi Konawe, AKBP Noer Alam tidak hanya berpindah tempat pengabdian. Ia meninggalkan Konawe dengan doa-doa yang mengiringi langkahnya, serta kenangan yang akan terus hidup di hati masyarakat yang pernah ia layani.

‎Selamat bertugas di Kota Baubau, AKBP Noer Alam. S.I.K.

 

Laporan : Febri Nurhuda

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *