SPPG Molawe Klarifikasi Isu Telur Busuk pada Menu MBG, Pastikan Makanan Sesuai Standar Gizi ‎

oleh -98 Dilihat
oleh

Muarasultra.com, KONAWE UTARA – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Molawe memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang menyebut adanya menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga tidak layak konsumsi dan tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP).

‎Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul beredarnya informasi mengenai seorang siswa SD Negeri 2 Molawe yang menulis surat berisi keluhan bahwa telur yang diterimanya dalam program MBG diduga dalam kondisi busuk.

‎Pengawas Lapangan SPPG Molawe, Ruslin, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan langsung terhadap menu yang dipersoalkan dan tidak menemukan adanya makanan yang basi maupun busuk.

‎”Kami langsung melakukan pengecekan dan turut mencicipi menu telur yang disajikan. Alhamdulillah tidak ada yang basi atau busuk seperti yang dituliskan dalam surat tersebut,” ujar Ruslin, Senin.l (27/7/2026).

‎Menurutnya, seluruh menu yang disajikan kepada para siswa telah melalui proses pengolahan sesuai standar yang ditetapkan serta memperhatikan aspek keamanan pangan dan kebutuhan gizi anak sekolah.

‎Ruslin menjelaskan, setiap menu MBG yang disiapkan oleh dapur SPPG telah disusun berdasarkan standar nilai gizi yang telah ditentukan dan mengikuti jadwal menu yang disesuaikan dengan alokasi anggaran program.

‎”Menu yang disajikan sudah terjadwal dan disusun berdasarkan standar gizi serta anggaran yang tersedia. Karena itu, pihak dapur tidak bisa serta-merta memenuhi permintaan menu tertentu dari masing-masing sekolah,” jelasnya.

‎Ia juga mengimbau pihak sekolah maupun orang tua siswa agar tidak terburu-buru menyebarkan informasi atau keluhan terkait program MBG ke media sosial tanpa melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak penyelenggara.

‎Menurut Ruslin, penyebaran informasi yang belum terverifikasi berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan berdampak pada operasional dapur serta pelaksanaan program MBG secara keseluruhan.

‎”Kami berharap jika ada keluhan atau temuan, dapat disampaikan terlebih dahulu kepada pihak SPPG agar bisa segera ditindaklanjuti dan dilakukan pengecekan bersama,” katanya.

‎Meski membantah adanya makanan yang tidak layak konsumsi, Rusdin menegaskan bahwa pihaknya tetap terbuka terhadap kritik, masukan, dan saran dari siswa, orang tua, maupun pihak sekolah sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan ke depan.

‎”Setiap masukan tentu kami terima dengan baik. Ini menjadi bahan evaluasi agar pelayanan SPPG Molawe ke depan semakin baik dan program MBG dapat berjalan optimal sesuai tujuan yang diharapkan,” tutupnya.



‎Laporan : Febri Nurhuda

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *