Muarasultra.com, Konawe – Perusahaan Daerah (Perusda) Kabupaten Konawe dinilai belum mampu memaksimalkan berbagai potensi usaha yang dapat berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sejumlah peluang ekonomi yang tersedia di wilayah Konawe disebut masih belum tergarap secara optimal, sehingga potensi pemasukan daerah terkesan terbuang sia-sia.
Salah satu sektor yang dinilai memiliki peluang besar adalah keberadaan kawasan industri di Morosi serta aktivitas pertambangan di wilayah Routa.
Kedua kawasan tersebut memiliki kebutuhan logistik dan pasokan pangan yang cukup besar dan berkelanjutan.
Pengamat pembangunan daerah Letehina, menilai Perusda Konawe seharusnya dapat mengambil peran strategis dengan membangun komunikasi dan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut, khususnya dalam penyediaan kebutuhan bahan pokok atau sembako bagi ribuan tenaga kerja yang berada di kawasan industri dan pertambangan.
Selain itu, sektor pertanian juga dinilai masih menyimpan potensi besar yang belum dimanfaatkan secara maksimal.
Perusda Konawe diharapkan mampu menjalin sinergi dengan Bulog dan para pelaku usaha pertanian untuk mengoptimalkan hasil produksi sawah masyarakat, baik pada musim tanam maupun musim panen.
Tidak hanya itu, Perusda juga dianggap dapat berperan sebagai koordinator bagi seluruh unit penggilingan padi yang tersebar di Kabupaten Konawe.
Melalui langkah tersebut, Perusda berpotensi menjadi pusat distribusi beras daerah yang mampu menyalurkan hasil produksi petani ke berbagai wilayah di luar Konawe.
Di sektor pertambangan, Perusda Konawe juga dinilai perlu hadir sebagai wadah bagi para penambang lokal.
Model pengelolaan seperti ini disebut telah diterapkan oleh beberapa perusahaan daerah di kabupaten lain dan dinilai mampu memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah sekaligus membuka ruang pemberdayaan bagi pelaku usaha lokal.
Dengan pengelolaan yang lebih aktif dan inovatif, Perusda Konawe diyakini dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kemandirian fiskal daerah.
Potensi pendapatan yang dihasilkan dari berbagai sektor usaha tersebut dinilai mampu membantu pemerintah daerah dalam membiayai berbagai program pembangunan dan pelayanan publik.
”Perusda harus menjadi motor penggerak ekonomi daerah, bukan sekadar perusahaan milik pemerintah yang hanya berjalan secara administratif. Potensi yang dimiliki Konawe sangat besar dan perlu dikelola secara profesional agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Letehina.
Dikatakan, Perusda Konawe diharapkan mampu menjadi garda terdepan pemerintah daerah dalam mewujudkan kemandirian ekonomi daerah melalui pengelolaan usaha yang produktif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta penguatan Pendapatan Asli Daerah.
Jika hal ini dapat dimaksimalkan dengan baik, maka pembiayaan kegiatan pembangunan daerah, pembayaran gaji PPPK serta peningkatan Sumber Daya Manusia di Kabupaten Konawe dapat terwujud tanpa harus membebani APBD Kabupaten Konawe.
Laporan : Febri Nurhuda
Perusda Konawe Tumpul Belum Maksimal Manfaatkan Potensi PAD, Sejumlah Sektor Strategis Disorot







