Bantah Tunggak Honor Posyandu, Kades Wowalahambuti Pastikan BLT dan Insentif Dibayar Setelah Dana Desa Cair

oleh -28 Dilihat
oleh
Ilustrasi.

Muarasultra.com, KONAWE – Pemerintah Desa Wowalahambuti, Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe membantah tidak membayarkan honor kader posyandu, menyalurkan BLT periode Mei hingga Desember.

Kepala desa Wowalahambuti Harsan, S.Pd mengungkap bahwa honor kader Posyandu dan BLT akan ia bayarkan setelah dana desa tahun ini cair.

“Tetap akan saya bayarkan, saya sekarang masih berurusan. Kalau sudah cair pasti langsung saya bayar,” ujar Harsan. Jum’at (1/5/2026).

Harsan mengungkap, salah satu kendala yang menjadi penyebab terlambatnya penyaluran BLT dan honor kader Posyandu adalah berlakunya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2025 tentang Pengalokasian Dana Desa Setiap Desa, Penggunaan, dan Penyaluran Dana Desa Tahun Anggaran 2025.

“Kami termasuk 41 desa yang terkena aturan ini, sehingga dana desa tahap II tahun 2025 tidak kunjung cair,” jelasnya.

Harsan juga menjelaskan perihal insentif kader Posyandu, pihaknya telah melakukan rapat bersama para kader dan telah disepakati bersama honor tetap akan dibayarkan.

“Kami sudah rapat dengan kader, dan tetap akan saya bayarkan karena ini tanggung jawab saya,” tegasnya.

Disisi lain, Harsan menyampaikan bahwa bulan ini ia menjadi salah satu desa yang mewakili kecamatan Pondidaha dalam lomba desa tingkat kabupaten.

Ia harus mengeluarkan energi, materi dan waktu demi pelaksanaan program nasional Lomba desa. Meski demikian apa yang menjadi tanggung jawabnya tetap akan ia tunaikan.

Sementara itu, Ketua Apdesi Konawe Jumar Lakarama saat dikonfirmasi membenarkan perihal 41 desa di Kabupaten Konawe kehilangan dana desa tahap II.

“Tidak cair kasian, setau saya kalau BLT cair karena dikecualikan karena skala prioritas kalau fisik dan honor memang tidak cair,” jelasnya.

Salah satu warga desa Wowalahambuti mengungkap, bahwa isu ini mencuat karena tahun depan akan dilakukan pemilihan desa.

“Sebenarnya kita sudah rapat, sudah disepakati dalam forum hanya kenapa ini keluar di media karena ada calon kepala desa yang mau maju, makanya dicari kesalahannya ini kita punya padesa,” ungkapnya.

Laporan : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *