Muarasultra.com, KONAWE – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Kabupaten Konawe resmi dilantik pada Jumat, 24 April 2026. Pelantikan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat peran organisasi penambang rakyat di daerah.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Hotel Al-Ghisan, Kelurahan Tuoy, Kecamatan Unaaha itu dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) APRI Sulawesi Tenggara, H. Tasman, dan disaksikan oleh Ketua Umum DPP APRI, Ir. Gatot Sugiharto.
Turut hadir dalam acara tersebut Wakapolres Konawe Kompol Hasruddin, SE, ME, Perwira Penghubung (Pabung) Azwar Dinata, SH, perwakilan Kejaksaan Negeri Konawe, unsur Pemerintah Daerah, Anggota Komisi II DPRD Konawe Kristian Tandabioh, SH, M.AP, dan Rafiq Poseno, ST, tokoh masyarakat H. Abdul Rahim, SH, serta para penambang pasir setempat.
Adapun susunan pengurus yang dilantik yakni Verna Andrew Keynes Rambe sebagai Ketua DPC APRI Konawe, Sarman sebagai Sekretaris, dan Ilham Saputra Jaya sebagai Bendahara, bersama jajaran pengurus lainnya.
Dalam sambutannya, Ketua DPW APRI Sultra, H. Tasman, menyampaikan harapannya agar kehadiran APRI di Konawe dapat menjadi solusi atas berbagai persoalan yang selama ini dihadapi para pelaku usaha tambang rakyat.
“APRI hadir untuk membantu para pelaku usaha agar persoalan yang dihadapi bisa mendapatkan solusi terbaik. Harapannya, dengan kehadiran APRI, penambang rakyat bisa lebih sejahtera,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP APRI, Ir. Gatot Sugiharto, menegaskan bahwa kemajuan Indonesia tidak dapat dilepaskan dari peran strategis sektor pertambangan rakyat yang telah berkembang sejak masa lampau hingga era modern saat ini.
Ia menjelaskan, aktivitas pertambangan rakyat telah menjadi bagian penting dalam perjalanan peradaban bangsa. Sejak zaman pandai besi, masyarakat Indonesia telah mampu mengolah logam secara mandiri menjadi berbagai peralatan yang menunjang kehidupan.
“Dari tangan-tangan sederhana para pandai besi di masa lalu, lahir berbagai peralatan yang menjadi cikal bakal perkembangan teknologi. Ini menunjukkan bahwa tambang rakyat memiliki kontribusi besar terhadap kemajuan bangsa,” jelasnya.
Menurut Gatot, pengolahan sumber daya mineral yang awalnya bersifat tradisional kini telah berkembang menjadi bagian dari rantai industri yang menopang kemajuan teknologi modern, mulai dari perangkat komunikasi hingga infrastruktur industri.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa tambang rakyat bukan sekadar sektor ekonomi, tetapi juga mencerminkan kemandirian bangsa dalam mengelola sumber daya alam.
“Indonesia bisa maju karena kekayaan sumber daya alam yang dikelola, salah satunya melalui tambang rakyat. Ini adalah kekuatan yang harus dijaga dan diberdayakan,” tegasnya.
Ia juga mendorong pemerintah untuk memberikan perhatian lebih terhadap sektor pertambangan rakyat, baik dari sisi regulasi, pembinaan, maupun perlindungan hukum, agar keberadaannya dapat berkontribusi secara maksimal dan berkelanjutan.
Gatot pun optimistis, jika dikelola secara baik dan berorientasi pada keberlanjutan, tambang rakyat akan terus menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus penopang kemajuan teknologi nasional.
Laporan: Redaksi





