JASMERAH Nilai Sufmi Dasco Tak Sejalan dengan Presiden Prabowo, Uang Reses DPR Naik Ditengah Kebijakan Efisiensi Anggaran

oleh -392 Dilihat
oleh

Muarasultra.com, JAKARTA – Jaringan Pemerhati Daerah (JASMERAH) mendesak agar Sufmi Dasco Ahmad segera dicopot dari jabatannya sebagai Wakil Ketua DPR RI.

Desakan ini muncul setelah beredarnya kabar bahwa pimpinan DPR menyetujui kenaikan anggaran uang reses anggota DPR RI hingga mencapai Rp702 juta per orang, sebuah kebijakan yang dinilai sangat tidak sejalan dengan semangat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang sedang gencar mengusung efisiensi dan keberpihakan kepada rakyat kecil.

Ketua umum Nasional JASMERAH, Aldi Lamoito, menilai langkah pimpinan DPR, khususnya Dasco yang juga merupakan elit Partai Gerindra, telah mencederai kepercayaan publik serta mengkhianati prinsip moral politik yang selama ini dijaga oleh Prabowo.

“Kenaikan uang reses di tengah kondisi ekonomi rakyat yang masih sulit adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanah Presiden Prabowo. Ini bukan hanya tidak sensitif, tetapi juga menunjukkan arogansi kekuasaan di parlemen,” tegas Aldi dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat lalu (17/10/2025).

Menurut JASMERAH, keputusan DPR untuk menaikkan anggaran reses hingga hampir tiga kali lipat dari tahun sebelumnya menunjukkan adanya moral hazard di tubuh lembaga legislatif. Padahal, Presiden Prabowo dalam berbagai kesempatan telah menegaskan agar seluruh pejabat negara menahan diri dari kebijakan yang berpotensi membebani keuangan negara atau memancing kemarahan rakyat.

“Sebagai kader Gerindra dan bagian dari koalisi pemerintahan, seharusnya Dasco memberi contoh. Tapi yang terjadi justru sebaliknya dia malah ikut mengesahkan kebijakan yang membuat rakyat geram,” sambung Aldi.

JASMERAH juga menilai, sikap pimpinan DPR tersebut berpotensi merusak citra pemerintahan Prabowo-Gibran yang baru saja berjalan beberapa bulan. Keputusan menaikkan uang reses dianggap bertolak belakang dengan pesan moral Presiden tentang hidup sederhana dan fokus pada kerja nyata untuk rakyat.

“Kalau pimpinan DPR, apalagi dari partai pengusung utama presiden, malah membuat keputusan seperti ini, maka wajar jika publik menilai mereka tidak sejalan dengan visi Presiden,” ujar aldi.

Sebagai langkah konkret, JASMERAH akan mengirimkan surat resmi kepada DPP Partai Gerindra dan Sekretariat Negara, meminta agar Presiden Prabowo mengevaluasi posisi Dasco di parlemen.

“Kami minta DPP Gerindra menegur keras dan mempertimbangkan pencopotan Dasco dari jabatan Wakil Ketua DPR. Ini penting demi menjaga marwah partai dan loyalitas terhadap Presiden,” tutup Aldi.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan kenaikan dana reses seiring dengan bertambahnya komponen kegiatan anggota dewan. Adapun pada periode 2019-2024, uang untuk kunjungan ke daerah pemilihan (dapil) sebesar Rp400 juta.

“Di 2024-2029 itu diputuskan bahwa indeks kegiatan dan dana reses itu jumlah kunjungannya ditambah dapilnya, dan indeksnya juga naik,” kata Dasco melansir berita Hukumonline.com.

Dia menjelaskan komponen yang bertambah itu antara lain disebabkan karena jumlah titik kunjungan anggota dewan ke dapil lebih banyak dari periode sebelumnya. Sehingga diputuskan ada penambahan dana reses.

Meski begitu, kebijakan tersebut baru dilaksanakan per Mei 2025. Artinya, sejak Januari hingga April 2025, dana reses masing-masing anggota DPR masih mengikuti anggaran periode sebelumnya.

“Tetapi Rp702 juta itu belum dilaksanakan dari Januari sampai dengan April 2025, duitnya kan belum, baru dilaksanakan pada bulan Mei 2025. Nah, sejak Mei itu Rp702 juta, karena selain indeksnya naik, jumlah titiknya naik,” kata Dasco.

Laporan : Redaksi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *