Buruknya Kualitas Pekerjaan Jalan Mataiwoi – Abuki serta Dugaan Korupsi Anggaran 18 Miliar Dinas SDA dan Bina Marga Sultra

oleh -440 Dilihat
oleh
Kondisi jalan Poros Mataiwoi - Abuki di desa Arubia Jaya.

Muarasultra.com, KONAWE – Peningkatan Jalan Poros Mataiwoi – Abuki kurang lebih sepanjang 4,5 dari desa Arubia hingga desa Epeea, Kecamatan Abuki yang di kerjakan oleh kontraktor PT Elfatih Arsa Putra nampaknya tidak sesuai ekspektasi masyarakat.

Menelan anggaran Rp 18.220.000.000,- (Delapan belas Miliar, dia ratus dua puluh juta rupiah) jalan Poros yang menghubungkan sejumlah kecamatan di wilayah barat Kabupaten Konawe tersebut belum setahun selesai pekerjaan, sudah mulai rusak.

Dengan anggaran fantastis bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) Provinsi Sulawesi Tenggara sangat disayangkan ketika hasil pekerjaan jalan Poros Mataiwoi Abuki terkesan asal jadi

Pantauan awak media pada hari Jum’at (13/6/2025) beberapa titik jalan mengalami kerusakan parah dan membahayakan pengendara yang melintas.

Puluhan titik kerusakan jalan tersebut dapat ditemukan di desa Arubia Jaya, desa Walay dan desa Epeea, kondisi aspal atau jalan mulai membengkak (Bergelombang) retak dan berlubang.

Kondisi ini menyisakan kekecewaan mendalam bagi masyarakat kabupaten Konawe dan Kolaka Timur. Jalan yang menjadi kewenangan provinsi tersebut justru dikerjakan asal-asalan.

“Kurang lebih 25 tahun kami menunggu perbaikan jalan, tiba ada perbaikan kualitasnya sangat disayangkan,” ungkap Handri.

Hal senada juga disampaikan Samsul, menurutnya kondisi jalan yang rusak di desa Arubia Jaya sangat membahayakan, sebab pengguna jalan akan berebut jalan bagus diruas sebelah kanan.

“Bahaya sekali ini jalan, rawan terjadi tabrakan. Mereka pernah datang tambal tapi justru tambah rusak,” ujarnya kesal.

Penelusuran awak media ini, dugaan korupsi pekerjaan jalan ini pernah diselidiki oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara. Namun informasi yang didapatkan justru Polda Sultra yang menangani laporan penyelewengan anggaran pada proyek jalan dengan anggaran 18 Miliar tersebut.

Publik tentunya berharap pihak Polda Sultra bisa mengungkap siapa aktor yang menjadi dalang hancurnya proyek pekerjaan peningkatan jalan Mataiwoi – Abuki. Pajak rakyat yang dikumpulkan untuk membangun fasilitas jalan malah dikorupsi oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Laporan : Nurhuda F

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *