Dugaan Korupsi Proyek Jalan di Abuki, Polres Konawe Panggil Kabid Bina Marga Provinsi

oleh -700 Dilihat
oleh
Kondisi jalan poros Mataiwoi Abuki, di desa Arubia Jaya kecamatan Abuki.

Muarasultra.com, KONAWE – Dugaan Korupsi Proyek pengaspalan jalan poros Mataiwoi-Abuki yang menelan anggaran kurang lebih Rp 18 miliyar (DAK) dengan panjang 4.5 kilometer dari Desa Arubia Jaya hingga di Desa Epeea, Kecamatan Abuki, Kabupaten Konawe resmi dilaporkan ke tipidkor Polres Konawe.

Proyek yang mulai dikerjakan pada Juni 2023 oleh PT Elfatih Arsa Putra patut diduga terjadi praktek KKN sebab belum setahun dikerjakan jalan provinsi ini kembali mengalami kerusakan.

Ryan Harianto salah satu aktivis Konawe mengungkap, Dinas SDA dan Bina Marga Sulawesi Tenggara harus bertanggung jawab atas kondisi ini.

Kata dia, anggaran puluhan miliar tidak sedikit, seharusnya hasil pekerjaannya maksimal namun fakta jalan tersebut malah membahayakan pengandara yang melintas.

“Jalan ini terakhir dikerjakan di zaman bupati Razak Porosi, harapan masyarakat setelah penantian panjang jalan yang diperbaiki benar-benar dikerjakan secara profesional, tapi kenyataannya ini sangat menyedihkan,” ungkap Ryan.

Olehnya, Ryan berharap pihak Polres Konawe mengusut tuntas dugaan korupsi dan kongkalikong dalam proyek ini. “Kami sudah laporkan, sekarang bolanya ada di Polres Konawe, kita tunggu bagaimana prosesnya,” tukasnya.

Sementara itu, Kasat reskrim Polres Konawe AKP Abdul Azis Husain Lubis, melalui Kanit II Tipidkor Polres Konawe IPDA Dr. Umar Sugeng saat dikonfirmasi membenarkan bahwa laporan dugaan korupsi proyek pengaspalan di kecamatan Abuki telah diterima.

Saat ini pihak penyidik sedang melakukan pemanggilan kepada pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangan. Salah satunya kabid Bina Marga Sultra Harmunadin.

“Kemarin kami sudah memanggil salah satu Kabid dinas SDA dan Bina Marga Sultra,” ujarnya.

Ia menambahkan ekan depan akan melakukan pemanggilan kepada penyedia jasa (PT Elfatihq Arsa Putra) untuk meminta keterangan perihal proyek pengaspalan yang menelan anggaran 18 Miliar.

Laporan : Febri Nuhuda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *