Dikendarai Kades Ahuangguluri, Kaca Mobil Dinas Camat Baito Retak Sempat Terjadi Kejar-kejaran

oleh -871 Dilihat
oleh
Kondisi kaca mobil dinas Camat Baito pasca diserang OTK.

Muarasultra.com, KONAWE SELATAN – Kaca mobil dinas Camat Baito retak usai diserang orang tidak dikenal (OTK) saat melintas di depan SDN 3 Baito, tepatnya di dekat kantor Camat Baito, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

Kaca mobil bagian tengah mobil minibus ini retak diduga karena terkena benda tumpul.

Camat Baito Sudarsono saat dikonfirmasi awak media melalui saluran telepon, Senin (28/10/2024) menjelaskan bahwa saat kejadian kendarannya dibawa oleh kepala desa Ahuangguluri Herwan Malengga.

“Saat kejadian saya lagi dirumah jabatan, kendaraan saya dibawa keluar oleh Kepala Desa Ahuangguluri Herwan Malengga sendirian,” ujarnya.

Menurut pengakuan Kepala Desa Ahuangguluri Herwan Malengga, saat terjadi peristiwa tersebut ia sempat mengejar seorang laki-laki berbaju putih yang ia duga sebagai pelaku perusak kaca mobil milik Camat Baito.

“Pak desa Ahuangguluri sempat mengejar laki-laki berbaju putih, dia tidak bisa pastikan lelaki tersebut pelakunya tetapi dia lari, bisa jadi lelaki itu pelakunya,” ungkap Camat Baito.

Perihal penyebab kaca mobilnya retak, camat baito tidak bisa memastikan penyebabnya namun kondisinya saat ini retak.

“Kita tidak tau dia pake apa tapi yang jelas retak,” tegasnya.

Dikonfirmasi soal kendaraan tersebut sering digunakan Supriyani guru SDN 4 Baito selama persidangan, Sudarsono mengaku kendaraan tersebut hanya digunakan satu kali oleh Supriyani saat dari sidang di Pengadilan Negeri Andoolo, Konawe Selatan.

“Waktu dari sidang saja dia tumpangi, bukan sering atau sehari-hari,” beber Camat Baito.

Ia pun membenarkan jika saat ini Supriyanti tinggal sementara di rujab Camat Baito.

“Ia benar, sejak dari lapas ibu Supriyani tinggal dirujab atas permintaan pengacaranya, karena dekat dengan tempat persidangan di pengadilan Andoolo, Konawe Selatan,” ungkapnya.

Soal hubungan Supriyani dengan kaca mobil yang retak Camat Baito meminta agar semua pihak tidak berspekulasi.

“Terlalu jauh kalau kita mau hubungkan, biarkan yang berwenang yang menentukan,” pungkasnya.

Laporan : Febri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *