Berita

Temuan BPK, PT Pandu Urane Perkasa Menambang Tanpa IPPKH, Komisaris Utama Diduga Eks Kapolri Idham Azis

Muarasultra.com, KONAWE SELATAN – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI kembali mengungkap praktik pertambangan bermasalah di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) terbaru, BPK menemukan adanya aktivitas pembukaan kawasan hutan oleh PT Pandu Urane Perkasa (PUP) di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) yang diduga dilakukan tanpa izin Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH).

Temuan itu tertuang dalam LHP Nomor 13/LHP/XVII/05/2024 yang diterbitkan Auditorat Keuangan Negara IV BPK RI pada 20 Mei 2024.

Berdasarkan analisis, PT PUP yang beroperasi di Desa Waturapa, Kecamatan Palangga Selatan, tercatat telah membuka lahan seluas 408,93 hektare di kawasan hutan dengan status Areal Penggunaan Lain (APL).

Ironisnya, selain tidak mengantongi izin PPΚΗ, perusahaan ini juga belum menempatkan Jaminan Reklamasi (Jamrek) maupun Jaminan Pascatambang. Padahal, kedua instrumen tersebut merupakan kewajiban mutlak bagi

Ironisnya, selain tidak mengantongi izin PPKH, perusahaan ini juga belum menempatkan Jaminan Reklamasi (Jamrek) maupun Jaminan Pascatambang. Padahal, kedua instrumen tersebut merupakan kewajiban mutlak bagi setiap pemegang izin usaha pertambangan (IUP).

Atas temuan tersebut, BPK merekomendasikan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) agar segera menginstruksikan Direktorat Jenderal Minerba memperkuat koordinasi lintas kementerian terkait pengawasan operasi pertambangan.

Selain itu, ESDM juga diminta menelaah kembali seluruh dokumen perusahaan tambang yang beroperasi tanpa PPKH karena berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan serius.

Berdasarkan penelusuran di website Minerba One Data Indonesia (MODI) ESDM, ditemukan Komisaris Utama PT PUP merupakan Drs. Idham Azis, M.Si yang diduga merupakan mantan Kapolri tahun 2019 – 2021.

Nama perusahaan Pandu Urane Perkasa juga disinyalir merupakan nama salah satu anak eks Kapolri Jendral (Purn) Idham Azis yang bernama Pandu Urane.

Melansir pernyataan Ketua Jaringan Nasional Mahasiswa Merdeka (Jarnas MM), Arin Fahrul Sanjaya (duasatunews.com) menegaskan bahwa temuan LHP BPK ini tidak bisa dibiarkan berlarut.

“Bukaan hutan seluas 408,93 hektare oleh PT. Pandu Urane Perkasa adalah bentuk pelanggaran serius terhadap undang-undang. kami menduga kuat perusahaan ini dimiliki oleh Idham Azis, maka pemerintah harus bertindak tegas. Kami mendesak pemerintah untuk segera mencabut IUP PT. Pandu Urane Perkasa dan memproses hukum pihak yang terlibat,” tegas Arin dalam keterangannya, Senin (22/9/2025).

Arin juga menekankan bahwa langkah pencabutan izin usaha pertambangan merupakan konsekuensi logis sesuai aturan.

“UU Kehutanan dan UU Lingkungan Hidup sudah jelas mengatur sanksi administratif hingga pidana. Pencabutan IUP adalah langkah mendesak untuk menghentikan kerusakan lebih lanjut,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Jendral Purn Idham Azis maupun manajemen PT PUP belum memberikan keterangan resmi terkait hasil temuan BPK tersebut.

Laporan : Febri Nurhuda

admin

Recent Posts

Yusri Usman Sebut Presiden Prabowo Akan Rombak Elit Kejaksaan dan Polri pada Agustus, Imbas Dinamika Penegakan Hukum

Muarasultra.com, JAKARTA – Direktur Center of Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo…

9 jam ago

Camat Abuki Bantah Terlibat Penjualan Hutan Lindung di Desa Anggoro ‎

Muarasultra.com, KONAWE – Camat Abuki, Kamran, S.Sos., membantah tudingan yang menyebut dirinya terlibat dalam dugaan…

10 jam ago

Korban Penganiayaan Ngamuk di Kejari Konawe, Mengaku Dipaksa Jaksa Berdamai dengan Pelaku

Muarasultra.com, KONAWE - Seorang ibu rumah tangga bernama Pelinawati warga kelurahan Tuoy, Kecamatan Unaaha, Kabupaten…

11 jam ago

Kemenag Konawe: Rashdul Kiblat, Meluruskan Kiblat, Menyempurnakan Ibadah

Muarasultra.com, KONAWE - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Konawe turut ambil bagian dalam menyukseskan Gerakan…

16 jam ago

Yusri Usman: Kasus Febrie Adriansyah Jadi Ujian Besar Komitmen Presiden dalam Pemberantasan Korupsi

Muarasultra.com, JAKARTA – Komitmen Presiden dalam memberantas korupsi kembali diuji. Publik dibuat terkejut dengan mencuatnya…

16 jam ago

Oknum Kabid di Konawe Dilaporkan Ke Polisi Atas Dugaan KDRT, Korban Mengaku Dipukuli Hingga Berdarah ‎

Muarasultra.com, Konawe – Seorang perempuan bernama Pelinawati (53), warga Kelurahan Tuoy, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe,…

19 jam ago