PT WIKA Harus Tanggung Jawab Reklamasi Galian Bekas Tambang Batu di Puriala

Muarasultra.com, KONAWE – PT Wijaya Karya atau PT WIKA diminta untuk bertanggung jawab atas reklamasi pasca tambang di lokasi galian tambang C jenis batu yang berada di desa Unggulino, Kecamatan Puriala, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Hal ini disampaikan oleh salah satu pemilik lahan tambang batu di Puriala, Barifin.

Barifin mengatakan PT WIKA harus bertanggung jawab atas reklamasi atau penutupan galian, karena PT WIKA yang merubah bentuk dan struktur tanah di wilayah itu.

“Siapa yang merubah bentuk maka dia pula yang harus melakukan perbaikan atau reklamasi,” kata Barifin saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jum’at (19/1/2024).

Barifin bilang, aktivitas penambangan batu PT WIKA di Puriala melibatkan beberapa perusahaan pemuatan atau vendor, salah satunya PT SJS.

“PT SJS vendor pengangkutan, sedangkan yang melakukan Blasting atau peledakan itu PT WIKA,” bener Barifin.

Lanjutnya, PT WIKA melakukan penambangan batu untuk menyuplai material Bendung Ameroro yang saat ini tengah dirampungkan pekerjaannya.

“Lokasinya milik saya, tapi terkait IUP ataupun pengolahan dan Blasting itu mereka (PT WIKA-red),” tambahnya.

Kata Barifin, pasca insiden tenggelamnya warga di lokasi galian bekas tambang batu, pihaknya telah memasang papan informasi agar warga tidak beraktivitas ataupun mandi di galian tersebut.

Selain itu, Ia juga telah mencoba mengurangi debit air galian tersebut menggunakan alkon. Hal ini sebagai bentuk tanggung jawab dirinya sebagai warga Puriala dan pemilik lahan. Namun kata dia PT WIKA yang harus bertanggung jawab penuh.

“Sebagai orang tolaki kami juga sudah melakukan adat Mooli dan Mosehe, supaya lokasi kami terhindar dari malapetaka dan marabahaya,” timpalnya.

Sementara itu, Humas PT WIKA saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp enggan memberikan komentar.

Diberitakan sebelumnya, Seorang gadis remaja berusia 19 tahun bernama Adel, ditemukan tewas terapung di bekas tambang galian C di Kecamatan Puriala, Kabupaten Konawe, pada Minggu (14/1/2024) malam.

Korban ditemukan tewas usai berenang bersama beberapa orang rekan-rekannya di bekas tambang galian c yang memiliki kedalaman 4 meter.

Laporan : Febri

admin

Recent Posts

Polres Konsel Kerahkan Tiga Polsek, Wakapolres Turun Langsung Pastikan Siswa Dapat Penanganan Medis

Muarasultra.com, KONAWE SELATAN - Kepolisian Resor (Polres) Konawe Selatan mengerahkan personel dari tiga kepolisian sektor…

3 jam ago

Proyek Banjir Konaweeha Rp12,9 Miliar di Konawe Disorot, Debu Ganggu Warga dan Material Diduga Ilegal, Polisi Diminta Bertindak

Muarasultra.com, KONAWE - Proyek Pengendalian Banjir Sungai Konaweeha di desa Langgonawe, Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe,…

13 jam ago

Bawa Nama Konawe ke Panggung Regional, King Skate Tampil Gemilang di EIRC 2026

Muarasultra.com, KONAWE - Club sepatu roda Konawe King Skate (KKS) menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang…

15 jam ago

Penerangan Jalan Andowia-Wanggudu Raya Disorot Usai Kecelakaan, IPPMAWA Desak Pemkab Konut Buka Dokumen PJU, Kadis DLH Bungkam

Muarasultra.com, KONAWE UTARA — Minimnya penerangan di sepanjang jalan poros Andowia–Wanggudu Raya, Kabupaten Konawe Utara,…

20 jam ago

Upah Lembur dan Sistem Roster Dipersoalkan, Manajemen PT Sifang Mining Site TMS Konawe Utara Disorot, Buruh Ancam Mogok 21 Oktober

Muarasultra.com, KONAWE UTARA — Ratusan pekerja PT Sifang Mining Indonesia yang bertugas di Site TMS/PT…

24 jam ago

Puluhan Siswa SD dan SMA di Konsel Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Dilarikan ke Puskesmas

Muarasultra.com, KONAWE SELATAN – Puluhan siswa sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) di…

24 jam ago