Berita

PT Daka Group Ancaman Nyata Pendidikan di Konawe Utara, Publik Menanti Ketegasan Pemerintah Setempat

Muarasultra.com, KONUT – Ketua Umum Lembaga Persatuan Pemuda Pemerhati Daerah (P3D) Konut, Jefri, menyoroti dampak buruk operasional jetty milik PT Daka Group terhadap kesehatan dan kenyamanan belajar anak-anak di SDN 3 Lasolo Kepulauan.

Seperti diketahui, Sekolah yang berdiri sejak 2010 ini kini terhimpit di sisi jetty bongkar muat ore nikel serta aktivitas milik PT Daka Group, perusahaan tambang yang beroperasi tepat di sampingnya.

Kondisi ini bukan hanya mengganggu proses belajar mengajar, tetapi juga mengancam kesehatan anak-anak.

Sejak 2019, PT Daka Group mengumbar janji manis untuk merelokasi SDN 3 Lasolo ke lokasi yang lebih aman. Rencananya, perusahaan akan membangun enam ruang kelas baru, perpustakaan, dan ruang guru sebagai kompensasi karena sekolah berada di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) mereka.

Namun, hingga Juli 2025, janji itu masih sebatas wacana. Material seperti pasir disebut sudah disiapkan, tetapi langkah konkrit tak kunjung terlihat.

“Debu tambang dan polusi visual jelas mengganggu. Anak-anak harus sering membersihkan ruangan, ini mengurangi waktu belajar mereka, “tegas Jefri kepada media ini, Sabtu (12/7/2025).

SDN 3 Lasolo Kepulauan masuk dalam wilayah IUP PT Daka Group.

P3D mendesak PT Daka, Dinas Pendidikan, dan Pemkab Konut segera berkoordinasi untuk memastikan relokasi dilakukan dengan jadwal yang jelas demi keberlangsungan pendidikan anak-anak di SD 3 Lasolo Kepulauan.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Konut, Samir, mengaku belum pernah meninjau kondisi sekolah tersebut. “Senin saya akan tinjau,” jawabnya singkat.

Haris Lakansae, kepala sekolah pertama yang turut membangun SDN 3 Lasolo pada 2010, menegaskan bahwa sekolah itu berdiri jauh sebelum aktivitas tambang masuk ke desa.

“Gedung lama sudah rusak parah, untung ada gedung baru dari pemerintah. Tapi PT Daka tak pernah memberikan bantuan apa pun,” ungkapnya kepada KJ3 saat bertandang disana pada April 2019 lalu.

Dia juga menyayangkan sikap perusahaan yang baru berencana merelokasi sekolah setelah keberadaan jetty disoroti publik.

Rencana relokasi yang molor selama lebih dari enam tahun ini memunculkan kecurigaan apakah ini sekadar dalih perusahaan untuk terus mengeksploitasi wilayah tanpa mempedulikan dunia pendidikan. Parahnya lagi, anak-anak SDN 3 Lasolo harus belajar di bawah ancaman debu dan kebisingan, jauh dari kondisi pendidikan yang layak.

Pemerintah dan stakeholders setempat harus segera berbuat, persoalan pendidikan dan masa depan anak-anak Lasolo Kepulauan lebih penting dibandingkan perusahaan tambang.

Laporan : Febri Nurhuda

admin

Recent Posts

UPP Kelas I Molawe Gelar Apel Pagi Perkuat Disiplin Pegawai

Muarasultra.com, KONAWE – Kantor UPP Kelas I Molawe menggelar apel pagi rutin, Senin, 20 April…

3 jam ago

Denda Rp2 Triliun Belum Lunas, PT Tonia Mitra Sejahtera Diulti Satgas PKH

Muarasultra.com, JAKARTA - PT Tonia Mitra Sejahtera (TMS) kembali menghadapi tekanan serius setelah belum melunasi…

3 jam ago

Hari Bhakti Pemasyarakatan Ke-62, Rutan Unaaha Hadirkan Manfaat Nyata Lewat Bantuan Sumur Bor untuk Masyarakat

Muarasultra.com, KONAWE – Dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, Rumah Tahanan Negara (Rutan)…

4 jam ago

Security PT Razka Sarana Konstruksi Ditangkap Polisi di Asinua, Simpan 68 Sachet Tembakau Gorila

Muarasultra.com, KONAWE - Seorang pria berinisial MC (19) tahun warga Kelurahan Asinua, Kecamatan Unaaha, Kabupaten…

4 jam ago

Kepastian Hukum Aset Negara: Penyerahan Sertifikat Lahan Ketahanan Pangan di Kabupaten Konawe

Muarasultra.com, KONAWE – Kantor Pertanahan Kabupaten Konawe terus memperkuat langkah dalam mendukung program strategis nasional…

22 jam ago

Sinergi Kantah Konawe dan Pengadilan Negeri Unahaa dalam Pemeriksaan Lapangan di Morosi

Muarasultra.com, KONAWE - Kantor Pertanahan Kabupaten Konawe melalui Seksi Pengendalian dan Penanganan Sengketa menghadiri agenda…

22 jam ago