Ilustrasi.
Muarasultra.com, KONAWE – Pembangunan puluhan unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kecamatan Padangguni dan Kecamatan Latoma, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, berpotensi tidak selesai tepat waktu.
Sejumlah pekerja yang terlibat dalam proyek tersebut mengeluhkan keterlambatan pembayaran upah harian yang diduga telah berlangsung selama beberapa waktu. Kondisi itu disebut berdampak langsung terhadap kelangsungan pekerjaan di lapangan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebagian pekerja bahkan memilih menghentikan aktivitas dan pulang ke daerah asalnya lantaran kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari selama berada di lokasi proyek.
”Mereka sudah pulang karena nda ada mau dimakan, biar beras tidak ada,” ujar salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya. Jum’at (24/7/2026).
Warga tersebut mengungkapkan, keterlambatan pembayaran upah membuat para pekerja kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, termasuk membeli bahan makanan. Akibatnya, semangat kerja menurun dan jumlah tenaga kerja di lapangan berkurang.
Tak hanya itu, sebagian pekerja yang masih bertahan disebut terpaksa mencari pekerjaan sampingan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
”Kadang mereka keluar cari pekerjaan lain untuk beli rokok kasian, padahal boleh dikata ini proyek pemerintah ada anggarannya tapi begini kondisinya,” lanjutnya.
Menurut warga, kondisi tersebut dikhawatirkan akan berdampak pada progres pembangunan Koperasi Merah Putih yang saat ini tengah digenjot pemerintah sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Berkurangnya tenaga kerja di sejumlah titik pembangunan berpotensi menghambat penyelesaian proyek, terlebih jika persoalan pembayaran upah dan dukungan logistik bagi pekerja tidak segera ditangani.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak kontraktor maupun instansi terkait mengenai penyebab keterlambatan pembayaran upah para pekerja serta langkah yang akan ditempuh untuk memastikan pembangunan Koperasi Merah Putih di Kecamatan Padangguni dan Kecamatan Latoma dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan.
Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut. (Tim)
Laporan: Redaksi
Muarasultra.com, Aceh Tamiang - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid,…
Muarasultra.com, KONAWE – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Konawe menggelar Upacara Peringatan Hari Anak Nasional…
Muarasultra.com, KENDARI – Dugaan pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP) dan petunjuk teknis (juknis) mencuat dalam…
Muarasultra.com, KONAWE UTARA – Dinas tenaga kerja dan transmigrasi (Disnaker) Kabupaten Konawe Utara mengambil langkah…
Muarasultra.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa petinggi dua perusahaan dalam pengembangan kasus dugaan…
Muarasultra .com, Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN),…