Tim Ekspedisi Latoma-Routa Konawe Bersahaja taklukkan jalur darat Kecamatan Latoma - Kecamatan Routa.
Muarasultra.com, KONAWE – Menapaki jejak peradaban kehidupan masa lampau, 27 putra-putri daerah kabupaten Konawe berjaya menaklukan jalur Kecamatan Latoma menuju Kecamatan Routa.
Jalur yang selama ini disebut-sebut tak pernah tersentuh sejak berabad-abad kini secara perlahan mulai terkuak. Cerita masa lalu yang sering dinyanyikan para leluhur, tabirnya mulai terbuka.
Wakil Bupati Konawe, H. Syamsul Ibrahim, SE. M.Si selaku inisiator Ekspedisi Latoma-Routa Konawe bersahaja memaparkan sejumlah temuan tim saat melakukan perjalanan sejauh kurang lebih 60 – 68 Kilometer selama 14 hari.
Syamsul Ibrahim menyampaikan wilayah kecamatan Latoma-Routa menyimpan keindahan alam yang tidak dimiliki daerah lain. Keindahan ini merupakan anugerah Tuhan untuk kabupaten Konawe.
Pertama wilayah ini memiliki jejak peradaban masa lalu. Hal ini bisa dipastikan sebab ditemukan tiang-tiang kayu yang tersusun, yang diyakini merupakan bekas pemukiman atau rumah para leluhur.
Selanjutnya terdapat makam. Makam ini diyakini milik pemimpin (Distere) Wiwirano yang bernama TuOLako Mokole Tawe Hiuka.
”Makam tersusun batu setinggi meja
Sama seperti makam raja Lakidende
Abad 17-18, makam ini merupakan makam leluhur kami yang bernama TuOLako Mokole Tawe Hiuka,” ujar Syamsul Ibrahim.
Selanjutnya ada lahan pohon damar serta puluhan hektar pohon sagu. Damar merupakan sumber penghidupan dan penghasilan para leluhur dimasa penjajahan Belanda. Sedangkan pohon sagu merupakan sumber makanan masyarakat.
Kemudian ditemukan jejak peradaban di dalam gua. Tim Ekspedisi Latoma-Routa menemukan lukisan didinding gua. Lukisan tersebut diduga hasil karya leluhur saat berlindung didalam gua saat berburu.
Kedua, Latoma Routa memiliki potensi wisata alam yang sangat menjanjikan. Dari Air terjun, Padang Savana, Danau Hiuka hingga Gua misterius tersimpan menjadi paket komplit wisata diujung barat Konawe.
Terakhir, Latoma Routa menyimpan kekayaan alam yang diyakini bernilai triliunan rupiah. Tanah Latoma – Routa memiliki kandungan emas, nikel, batu kuarsa hingga tanah jarang.
Ini bukan lagi kisah yang diceritakan, namun sudah dibuktikan. Tim Ekspedisi Latoma-Routa Konawe bersahaja telah melihat, merasakan dan mengecap keindahan alam Latoma Routa.
Wakil Bupati Konawe bermimpi, kelak Latoma Routa akan memiliki akses atau jalan penghubung. Akses ini nantinya akan menjadi tonggak sejarah perkembangan wilayah bahagian barat kabupaten Konawe yang kadang luput atau dilupakan.
Kisah perjalanan 27 relawan ekspedisi Latoma-Routa kini telah tertulis dalam lembaran kisah bangsa ini. Nama mereka akan diingat dan dikenal sebagai perintis yang membuka tabir peradaban kecamatan Latoma-Routa di masa yang akan datang.
Laporan: Febri Nurhuda
Muarasultra.com, JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) menjadwalkan pemeriksaan saksi terhadap seorang verifikator PT Sucofindo berinisial…
Muarasultra.com, KOLAKA – Pelaksanaan kegiatan pertambangan nikel PT SLG di Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi…
Muarasultra.com, KONAWE - Rombongan tim ekspedisi Latoma-Routa tiba di Unaaha dalam keadaan sehat walafiat. Sabtu…
Muarasultra.com, KENDARI - Satuan Tugas (satgas) Penertiban Kawasan Hutan (PKH) diminta melakukan pemeriksaan terhadap 2…
Muarasultra.com, KONAWE - Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) mengecam lambannya penanganan dugaan pelanggaran…
Muarasultra.com, JAKARTA – Penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung)…