Berita

LHV Jadi Sorotan, Surveyor Diduga Luput dari Jerat Hukum Kasus Nikel Ilegal

Muarasultra.com, KENDARI – Surat edaran Ditjen Minerba Kementerian ESDM Republik Indonesia (RI) Nomor B-995/MB.04/DJB.M/2021 menegaskan bahwa sistem tata niaga mineral dibuat terintegrasi melalui Minerba Online Monitoring System (MOMS) dan Modul Verifikasi Penjualan (MVP).
‎
‎Sistem ini mewajibkan penerbitan Laporan Hasil Verifikasi (LHV) oleh surveyor independen sebagai benteng utama mencegah praktik penambangan tanpa izin (PETI) dan memastikan legalitas dokumen seperti RKAB, kewajiban e-PNBP, hingga verifikasi riil kuantitas dan kualitas di lokasi muat atau asal barang.
‎
‎Namun faktanya, dengan maraknya isu penambangan nikel ilegal di Sulawesi Tenggara (Sultra), peran vital surveyor ini justru menyisakan tanda tanya besar. LHV yang seharusnya menjadi instrumen validasi legalitas, diduga kuat kerap terbit untuk mengangkut hasil ore nikel tambang ilegal.
‎
‎Surveyor terdaftar memiliki kewenangan penuh untuk melakukan verifikasi riil di titik muat, tetapi alur “pencucian” nikel ilegal tetap lolos hingga pada pengapalan.
‎
‎Padahal, tanpa adanya persetujuan dan verifikasi data yang diinput lewat MVP oleh surveyor, komoditas hasil tambang ilegal tersebut tidak akan bisa diperjualbelikan atau ditransaksikan secara sah.
‎
‎Kejanggalan ini, melahirkan ketimpangan penegakan hukum di Sultra. Khususnya,
‎ketika kasus penambangan ilegal ditindak, aparat penegak hukum hanya menyasar penambang, pemilik izin usaha yang menyewakan dokumen, atau pejabat birokrasi penentu kebijakan.
‎
‎Sebaliknya, lembaga surveyor independen yang secara teknis mengeluarkan LHV guna kepentingan penjualan barang, hampir tidak pernah tersentuh hukum.
‎
‎Tak tersentuhnya para surveyor ini memicu pertanyaan besar publik mengenai adanya pembiaran atau celah pertanggungjawaban legal yang dimanfaatkan untuk meloloskan hasil tambang ilegal di wilayah Sultra.
‎
‎Praktis Hukum Andri Dermawan menilai, peran surveyor dalam penambangan begitu sentral. Dimana, surveyor ditunjuk oleh pemerintah melalui Kementerian ESDM guna memastikan kualitas dan kuantitas barang, termaksud asal usul barang.
‎
‎“Kewenangan itu ada pada surveyor untuk memastikan hal tersebut, dari mana asal barang, apakah ilegal atau tidak,” kata dia kepada awak media, Sabtu (15/8/2026).
‎
‎Penjualan ore nikel pun kata pengacara kondang asal Kendari ini, tergantung dari hasil pemeriksaan surveyor, yang mana dirangkum di dalam LHV.
‎
‎LHV tersebut, selain memuat kadar ore nikel itu sendiri, juga mencatat asal barang itu. Sehingga tidak ada alasan, surveyor tidak tahu menahu barang ilegal yang berhasil dijual ke pabrik.
‎
‎“Kalau ada pelanggaran menjual barang ilegal, tentunya salah satu pihak yang harus ikut bertanggung jawab karena mengeluarkan dokumen itu (LHV) ya surveyor,” tegasnya.
‎
‎Tetapi kenyataannya, dari beberapa kasus korupsi tambang nikel, seperti kasus di Blok Mandiodo Konawe Utara (Konut), dan kasus PT AMIN di Kolaka Utara (Kolut), tak satu pun dari pihak surveyor yang terseret.
‎
‎Padahal tambah Andri, konstruksi dugaan pelanggarannya jelas, surveyor mengetahui dengan jelas yang diverifikasi merupakan ore nikel ilegal. Ia berharap, aparat penegak hukum, dapat jelih melihat ini, tidak pandang bulu terhadap pelaku kejahatan, termaksud surveyor yang dianggap telah ikut serta merugikan keuangan negara.
‎
‎“Ketika penyidik tidak menetapkan itu (tersangka dari pihak surveyor) itu menjadi pertanyaan juga ke penyidik apa alasannya. Padahal surveyor ada peran disitu, bisa masuk turut serta. Makanya, kenapa surveyor ditunjuk pemerintah karena mereka perpanjangan tangan pemerintah untuk memastikan hasil tambang tersebut mulai dari kualitas, kualitas maupun asal barang tersebut,” tukas Ketua DPW KAI Sultra ini.
‎
‎
‎Laporan : Febri Nurhuda

admin

Recent Posts

WBP Rutan Unaaha Tunjukkan Hasil Pembinaan Produktif

Muarasultra.com, KONAWE – Program pembinaan kemandirian di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Unaaha terus…

4 menit ago

Rumah Warga Nario Indah Konawe Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta

Muarasultra.com, KONAWE – Satu unit rumah warga di Dusun I, Desa Nario Indah, Kecamatan Wawotobi,…

18 menit ago

Viral Video Dua Unit Kendaraan DiKoyak Pakai Eksa, Peristiwa Diduga Terjadi di Lokasi Tambang PT Askon

Muarasultra.com, KONAWE UTARA - Beredar video di media sosial (FB dan WhatsApp) aksi demonstrasi di…

3 jam ago

Profil Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, Pernah Ungkap Sabu 2 Ton di Banten

Muarasultra.com, JAKARTA — Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto kini memegang tampuk pimpinan tertinggi Kepolisian Negara…

5 jam ago

Polsek Tongauna Buka Wawasan Siswa SMPN 1 Tongauna tentang SMA Kemala Taruna Bhayangkara

Muarasultra.com, KONAWE – Kepolisian Sektor (Polsek) Tongauna memberikan sosialisasi mengenai SMA Kemala Taruna Bhayangkara kepada…

5 jam ago

Polsek Pondidaha Kenalkan SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Dorong Pelajar Siapkan Masa Depan

Muarasultra.com, KONAWE – Polsek Pondidaha terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan generasi muda.…

6 jam ago