Adventorial

KPK RI Imbau Pemda Konawe Inventarisir Jumlah IUP yang Beroperasi di Konawe

Muarasultra.com, KONAWE – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia (RI) mengimbau Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe untuk segera melakukan pendataan serta menginventarisir semua Ijin Usaha Pertambangan (IUP) khususnya tambang mineral yang tengah beroperasi di Kabupaten Konawe.

Hal ini ditengarai oleh maraknya perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan mineral dan energi di Sulawesi Tenggara tanpa kepemilikan dokumen yang lengkap.

Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa melalui Sekretaris Daerah atau Sekda Konawe, Ferdinan Sapan mengatakan pihaknya telah menginstruksikan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Konawe untuk melakukan tindakan lanjut atas imbauan lembaga anti rasuah pimpinan Firli Bahuri itu.

Sekda Konawe, Dr. Ferdinan Sapan, SP. MH.

Dari hasil pendataan awal diketahui sedikitnya ada 34 IUP pertambangan mineral (Nikel, Batu, Pasir dan mineral lainnya) di Kabupaten Konawe.

34 IUP ini kata Sekda Konawe ada yang terdaftar ada pula yang tidak terdaftar di kementrian energi dan sumber daya mineral (ESDM) republik Indonesia.

“Pendataan ini penting dilakukan untuk mengetahui jumlah IUP yang tersebar di beberapa wilayah Kabupaten Konawe, kelengkapan izinnya serta kita juga harus tau apakah para pemilik IUP ini sudah menunaikan kewajiban mereka kepada daerah dan negara,” jelas Ferdinand.

Aktivis tambang batu di Konawe.

Sambung Ferdi, keberadaan IUP-IUP yang ada di Konawe sebagian tidak pernah dilaporkan oleh pemiliknya kepada pemerintah daerah padahal ketika terjadi gesekan tenaga kerja atau gejolak sosial, yang akan turun menyelesaikan adalah pemerintah daerah.

“Entah karena mereka mengurus di pemerintahan yang lebih tinggi, sehingga kita di daerah seolah tidak dihiraukan padahal kalau ada banjir kita yang rasakan, gejolak tenaga kerja atau gejolak sosial lain akibat aktivitas IUP ini kita di daerah yang rasakan,” tuturnya.

“Lebih penting lagi adalah memastikan IUP tersebut sesuai dengan rencana tata ruang wilayah di Konawe,” tambah Ferdi.

Tanggung jawab sosial perusahaan yang wajib ditunaikan.

Terakhir, Jendral ASN Kabupaten Konawe ini berharap hak-hak daerah sebagai yang empunya wilayah mendapatkan kontribusi dan manfaat atas kehadiran izin usaha pertambangan tersebut secara inklusif.

“Dengan pendataan ini kita bisa tau perusahaan mana saja yang telah memberikan dana bagi hasil (DBH) iuran atau royalti kepada pemerintah daerah,” imbuh Sekda Konawe.

Laporan : Febri

admin

Recent Posts

‎Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, Terburuk Sepanjang Sejarah ‎

Muarasultra.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah jebol level psikologis Rp18.000 per dolar AS pada Kamis…

13 menit ago

OTT Tambang Pasir Ilegal di Tuoy, Satreskrim Polres Konawe Ringkus Sebuah Excavator

Muarasultra.com, KONAWE – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Konawe melalui Unit III Tindak Pidana Tertentu…

13 jam ago

‎Wali Kota Kendari SKI Resmi Gugat Cerai Sang Suami di Pengadilan Agama

Muarasultra.com, KENDARI - Walikota Kendari, Siska Karina Imran, resmi mengajukan gugatan cerai terhadap suaminya, Andriatma…

14 jam ago

Proyek Perluasan Bandara Batoambari Dilaporkan ke Kejati, Diduga Gunakan Material Haram, PPK: Tidak Ada Penambangan yang Punya Izin

Muarasultra.com, KENDARI - Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) secara resmi melaporkan dugaan penggunaan…

15 jam ago

Isu Korupsi Dana BOK Puskesmas di Konawe Mencuat, Kapus dan Pegawai Wajib Setor 40 Persen

Muarasultra.com, KONAWE – Dugaan praktik korupsi dalam pengelolaan Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) pada Pusat…

16 jam ago

‎Reses di Desa Labela, Anggota DPRD Sultra Dr. Ardin Laksanakan Amanah Undang-undang Serap Aspirasi Masyarakat

Muarasultra.com, Konawe, Dr. Ardin, melaksanakan kegiatan reses di Desa Labela, Kecamatan Besulutu, sebagai bagian dari…

16 jam ago