Konawe

Diduga Panik Oknum Humas PT VDNI Arahkan Pekerja Buat Video Penolakan

Muarasultra.com, Unaaha – Diduga panik Oknum Humas di salah satu perusahaan yang beroperasi di Morosi mengarahkan para pekerja untuk membuat video deklarasi dan petisi penolakan aksi mogok kerja yang akan digelar besok, Rabu (22/3/23).

Arahan penolakan itu dikirimkan melalui grup-grup whatsapp tiap divisi yang sedang bekerja di perusahaan asing tersebut.

“DISAMPAIKAN SELURUH PENGAWAS WORKSHOP UNTUK MEMBUAT DEKLARASI DAN FETISI TANDA TANGAN ANGGOTA BENTUK PENOLAKAN MASA AKSI 22/3/2023 SEBENTAR SAYA AKAN KUMPULKAN.
HARAP KERJASAMANYA SEMUA,” Tulis S.

Setali tiga uang, kontak whatsapp berinisial D yang merupakan salah satu pengawas workshop menginformasikan agar semua karyawan workahop tetap masuk kerja besok dan tidak ikut demo.

“Dihimbau untuk semua karyawan workahop tidak ada yang ikut serta demo tanggal 22 Maret 2023 dan apabila ditemukan ada karyawan workshop yang ikut serta dalam aksi tersebut dari pihak devisi akan mengeluarkan sanksi berat bagi karyawan tersebut,” jelas D.

Namun arahan tersebut nampaknya mendapat perlawanan dari beberapa tenaga kerja. Baru-baru ini beredar video sejumlah pekerja enggan ikut dalam pembuatan video penolakan aksi mogok kerja dari sejumlah pekerja PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan Obsidian Stainless Steel (OSS).

Rekaman video berdurasi 31 detik tersebut memperlihatkan puluhan pekerja yang sedang membuat video penolakan aksi mogok kerja di komandoi helm biru.

“Kami menolak dengan adanya pengajuan pembuatan video. Kami tidak mau mengikuti pimpinan (si helm biru),” ujar pria dalam video berdurasi 30 detik itu.

Berikut tuntutan dalam aksi mogok kerja yang akan digelar besok, yaitu:
Mendesak perusahaan melaksanakan prosedur perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) sesuai Permenaker Nomor 28 Tahun 2014.
Pihak perusahaan merealisasikan upah atau gaji pokok plus tunjangan sesuai yang tertera dalam website upahkerja.com.

Laporan : Redaksi

admin

Recent Posts

Terseret Kasus Asabri, Tan Kian Masuk Daftar 15 Saksi Perkara Suap, Gratifikasi dan TPPU

Muarasultra.com, JAKARTA - Nama konglomerat properti senior, Tan Kian, kembali mengguncang panggung hukum nasional. Hanya…

16 menit ago

Kortastipidkor Polri Resmi Menetapkan Eks Jampidsus Kejagung Sebagai Tersangka Dugaan TPPU ‎

Muarasultra.com, JAKARTA - Polisi resmi menetapkan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie…

20 jam ago

JAMPIDSUS Kejagung Febrie Adriansyah Mengundurkan Diri

Muarasultra.com, JAKARTA - Jaksa Agung Tindak Pidana Khusus atau Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung) Dr. Febrie…

1 hari ago

M Jasin: Pengembalian Amplop Menteri Kehutanan Dinilai Janggal

Muarasultra.com, Jakarta– Cara Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengembalikan uang yang diduga berasal dari Bupati…

2 hari ago

Puluhan Pekerja Proyek Sekolah Rakyat di Kendari Dipulangkan ke Kampung Halaman, FORDATI Soroti Dugaan Pengeroyokan Warga

Muarasultra.com, KENDARI – Sebanyak 42 pekerja proyek pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan Abeli Dalam, Kota…

2 hari ago

CERI: KPK Perlu Klarifikasi Dugaan Aset Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah yang Tidak Tercantum dalam LHKPN ‎

‎Muarasultra.com, Jakarta – Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)…

2 hari ago