Berita

CERI: KPK Perlu Klarifikasi Dugaan Aset Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah yang Tidak Tercantum dalam LHKPN ‎

‎Muarasultra.com, Jakarta – Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera melakukan klarifikasi terhadap pemberitaan mengenai sebuah rumah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, yang diakui sebagai rumah pribadi Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, namun diberitakan tidak tercantum dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

‎Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman, mengatakan persoalan tersebut bukan sekadar menyangkut keberadaan satu aset, melainkan berkaitan dengan kepatuhan penyelenggara negara terhadap kewajiban melaporkan seluruh harta kekayaan secara benar, lengkap, dan jujur sebagaimana diamanatkan dalam sistem pelaporan LHKPN.

‎“Berdasarkan pemberitaan yang beredar, Febrie Adriansyah mengakui bahwa rumah di Sentul tersebut merupakan rumah pribadinya yang telah dimiliki sejak lama. Apabila aset tersebut memang belum tercantum dalam LHKPN, maka hal itu perlu dijelaskan secara terbuka kepada publik dan diklarifikasi kepada KPK,” ujar Yusri.

‎Menurut CERI, transparansi LHKPN merupakan salah satu instrumen penting dalam pencegahan korupsi dan penguatan integritas penyelenggara negara. Oleh karena itu, setiap aset yang dimiliki, termasuk rumah, wajib dilaporkan sesuai ketentuan yang berlaku.

‎CERI menjelaskan bahwa apabila ditemukan ketidaklengkapan atau ketidakbenaran dalam LHKPN, penyelenggara negara dapat menghadapi konsekuensi administratif. KPK memiliki kewenangan meminta perbaikan laporan, melakukan klarifikasi, verifikasi, serta menyampaikan hasil temuannya kepada instansi terkait untuk ditindaklanjuti melalui mekanisme disiplin sesuai peraturan perundang-undangan.

‎Lebih lanjut, tidak dilaporkannya aset rumah juga dapat menjadi dasar bagi KPK untuk mendalami asal-usul harta kekayaan tersebut. Jika dalam proses pemeriksaan ditemukan indikasi bahwa aset sengaja tidak dilaporkan guna menyembunyikan kepemilikan harta yang tidak wajar atau menghambat pengawasan terhadap kekayaan penyelenggara negara, maka hal tersebut dapat menjadi bagian dari proses penyelidikan maupun penyidikan sesuai ketentuan hukum.

‎Yusri menegaskan bahwa LHKPN pada dasarnya bukan merupakan instrumen pemidanaan. Namun, apabila ketidakjujuran dalam pelaporan LHKPN berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi, tindak pidana pencucian uang, gratifikasi, suap, atau tindak pidana lain yang berkaitan dengan asal-usul harta kekayaan, maka ketidaksesuaian tersebut dapat menjadi salah satu alat bukti pendukung dalam proses penegakan hukum.

‎“CERI tidak menyatakan bahwa tidak dicantumkannya sebuah rumah dalam LHKPN secara otomatis merupakan tindak pidana. Namun, apabila terbukti terdapat unsur kesengajaan untuk menyembunyikan aset yang berasal dari tindak pidana atau untuk menghalangi mekanisme pengawasan kekayaan penyelenggara negara, maka konsekuensi hukumnya dapat menjadi jauh lebih serius,” kata Yusri.

‎Selain aspek hukum, CERI menilai ketidaklengkapan LHKPN juga dapat berdampak terhadap penilaian integritas pejabat yang bersangkutan, termasuk dalam pengawasan internal, pemeriksaan etik, maupun pengembangan karier di lingkungan instansi pemerintah.

‎Oleh karena itu, CERI mendesak KPK agar menjalankan kewenangannya secara profesional dan tanpa pandang bulu dengan melakukan klarifikasi serta verifikasi atas informasi yang berkembang mengenai aset rumah milik Jampidsus Febrie Adriansyah tersebut.

‎“CERI berpandangan bahwa prinsip equality before the law harus benar-benar ditegakkan. Setiap penyelenggara negara, tanpa terkecuali, wajib tunduk pada mekanisme pelaporan LHKPN dan bersedia memberikan klarifikasi apabila terdapat dugaan ketidaksesuaian antara aset yang dimiliki dengan yang dilaporkan. Penegakan integritas harus dilakukan secara konsisten agar kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum tetap terjaga,” tutup Yusri.


‎Laporan : Febri Nurhuda


admin

Recent Posts

Hendak Demo di DPR RI, Rekening Kordinator AMPB Supriyono Diblokir Bank Mandiri

Muarasultra.com, JAKARTA - Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, mengaku rekening Bank…

9 jam ago

Mediasi Sengketa Pekerja PT NPM Site Bososi di Konawe Utara Dijadwalkan Ulang

Muarasultra.com, KONAWE UTARA — Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Konawe Utara kembali memanggil pihak…

10 jam ago

Turun ke Desa, Sambangi Daerah 3T hingga Padamkan Karhutla, Gaya Kepemimpinan AKBP Edi Raharjono di Konawe

Muarasultra.com, KONAWE — Baru sekitar 20 hari menjabat sebagai Kapolres Konawe, AKBP Edi Raharjono, S.I.K.,…

11 jam ago

Paripurna Pemberhentian La Ode Tariala yang Tak Kunjung Kuorum, Nasdem Sultra Geram Ambil Alih Pimpinan Sidang ‎ ‎

Muarasultra.com, KENDARI - Rapat paripurna pengusulan pemberhentian Ketua DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Tariala,…

12 jam ago

Kajati Sultra Sugeng Riyanta Kunjungi Pulau Labengki, Salurkan Bantuan Sosial ‎ ‎

Muarasultra.com, KONAWE - Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tenggara (Sultra), Sugeng Riyanta, menyempatkan diri mengunjungi…

17 jam ago

Staf Ahli Bupati Bersama Wakil Ketua DPRD Konawe Buka Porseni Tekankan Sportivitas dan Persatuan

Muarasultra.com, KONAWE — Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) tingkat Kecamatan Morosi resmi dibuka sebagai bagian…

17 jam ago