Berita

Diangkat Jadi P3K, Sejumlah Kades di Konawe Pilih Mundur dari Jabatan Kepala Desa

Muarasultra.com, Konawe – Sejumlah kepala desa (kades) di Kabupaten Konawe resmi mengundurkan diri dari jabatannya setelah dinyatakan lulus sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat lima kades yang terdampak oleh kebijakan ini.

Kelima kades tersebut berasal dari Desa Ameroro, Atowatu, Dawi-dawi, Nario Indah, dan Ahuawali. Namun, tidak semua dari mereka memilih meninggalkan jabatan kepala desa. Kades Atowatu dan Kades Dawi-dawi memutuskan tetap menjabat sebagai kepala desa dan mundur dari status P3K. Sementara itu, Kades Ameroro, Kades Nario Indah, dan Kades Ahuawali memilih melepas jabatan kepala desa dan melanjutkan karier sebagai ASN P3K.

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Konawe, Erjuna Rasjan, melalui Sekretaris Dinas PMD, Muh Palaiman, membenarkan hal tersebut saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.

“Dari lima desa ini, Atowatu dan Dawi-dawi mundur dari P3K dan tetap menjabat sebagai kepala desa. Sedangkan Ameroro, Ahuawali, dan Nario Indah memilih P3K dan mengundurkan diri sebagai kades,” jelas Muh Palaiman.

Ia juga menyampaikan bahwa surat pengunduran diri dari para kades tersebut sudah diterima dan diproses sesuai prosedur. Saat ini, ketiga desa yang kepala desanya mundur telah dijabat oleh pelaksana tugas (Plt) yang merupakan sekretaris desa (sekdes) masing-masing.

Lebih lanjut, Palaiman menjelaskan bahwa status ASN memiliki aturan berbeda dalam hal merangkap jabatan sebagai kepala desa. ASN PNS masih bisa menjabat kepala desa dengan izin pimpinan, sementara ASN P3K diwajibkan memilih salah satu peran.

“P3K diatur lebih ketat. Mereka diberi waktu 30 hari untuk menentukan pilihan, apakah tetap sebagai kades atau melanjutkan sebagai ASN P3K. Ini berbeda dengan PNS yang bisa menjabat kepala desa dengan syarat ada izin dari pimpinan,” tambahnya.

Fenomena ini menjadi cerminan dinamika baru di desa-desa Konawe, di mana pilihan karier sebagai aparatur negara kini mulai menjadi pilihan utama bagi sejumlah kepala desa.

Laporan: Febri Nurhuda
Editor: Redaksi Muarasultra.com

admin

Recent Posts

Yusri Usman Sebut Presiden Prabowo Akan Rombak Elit Kejaksaan dan Polri pada Agustus, Imbas Dinamika Penegakan Hukum

Muarasultra.com, JAKARTA – Direktur Center of Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo…

9 jam ago

Camat Abuki Bantah Terlibat Penjualan Hutan Lindung di Desa Anggoro ‎

Muarasultra.com, KONAWE – Camat Abuki, Kamran, S.Sos., membantah tudingan yang menyebut dirinya terlibat dalam dugaan…

10 jam ago

Korban Penganiayaan Ngamuk di Kejari Konawe, Mengaku Dipaksa Jaksa Berdamai dengan Pelaku

Muarasultra.com, KONAWE - Seorang ibu rumah tangga bernama Pelinawati warga kelurahan Tuoy, Kecamatan Unaaha, Kabupaten…

11 jam ago

Kemenag Konawe: Rashdul Kiblat, Meluruskan Kiblat, Menyempurnakan Ibadah

Muarasultra.com, KONAWE - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Konawe turut ambil bagian dalam menyukseskan Gerakan…

16 jam ago

Yusri Usman: Kasus Febrie Adriansyah Jadi Ujian Besar Komitmen Presiden dalam Pemberantasan Korupsi

Muarasultra.com, JAKARTA – Komitmen Presiden dalam memberantas korupsi kembali diuji. Publik dibuat terkejut dengan mencuatnya…

17 jam ago

Oknum Kabid di Konawe Dilaporkan Ke Polisi Atas Dugaan KDRT, Korban Mengaku Dipukuli Hingga Berdarah ‎

Muarasultra.com, Konawe – Seorang perempuan bernama Pelinawati (53), warga Kelurahan Tuoy, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe,…

19 jam ago