Muarasultra.com, KONAWE – Badan Pusat Statistik Kabupaten Konawe menggelar Sosialisasi hasil Survey Biaya Hidup (SBH) Tahun 2022, yang dilaksanakan di Aula BKPSDM, Senin (18/12/2023).
Sekda Konawe menekankan pentingnya informasi ini sebagai dasar bagi pemerintah daerah dalam merancang kebijakan yang berdampak positif bagi masyarakat.
“Survei biaya hidup ini adalah alat yang sangat penting untuk membantu pemerintah dalam memahami dinamika ekonomi masyarakat. Hasilnya akan menjadi dasar bagi kami dalam merancang program-program pembangunan yang lebih tepat sasaran,” terangnya.

Menurutnya, untuk menjaga kestabilan Bahan Pangan di pasaran ada 3 poin yang harus di lakukan pemerintah yaitu melakukan Oprasi Pasar Bulog, menjaga kelancaran distribusi barang di pasaran dan menjaga stok barang dan pangan di pasaran.
“Salah satu poin yang dibahas dalam presentasi hasil survei adalah indeks harga konsumen (IHK) yang mencerminkan perubahan rata-rata harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga, ” ujarnya.
Ia berharap dapat meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan dan pengambilan kebijakan di tingkat daerah.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Konawe, Sultriawati Efendy saat diwawancarai mengatakan, cakupan dalam menghitung inflasi yang dasarnya SBH itu ada 150 cakupan wilayah.
“Wilayahnya, 90 cakupan wilayah lama, yang sudah pernah menghitung. Sedangkan, 60 nya adalah wilayah Kabupaten/kota terbaru. Termaksud salah satunya Kabupaten Konawe Konawe , ” ujarnya.
Ia mengatakan, untuk Sulawesi Tenggara saat ini dari dua yang hitung inflasi menjadi empat.
“Kota Baubau dan kota Kendari ditambah Kabupaten Kolaka dan Kabupaten Konawe sebagai kabupaten yang baru dalam penghitungan inflasi 2024,” ujarnya.

Tetapi, Kata Kepala BPS Konawe,pihaknya melakukan terlebih dulu SBH 2022 sebagai dasar penentuan paket IHK nya.
“Paket Komoditinya, dan bobot nilai konsumsinya,” ungkapnya saat diwawancarai.
Ia mengatakan, untuk SBH 2022 Nilai konsumsi di Konawe mencapai Rp5,5 Juta/perbulan. Sedangkan untuk non konsumsi Rp2,7 Juta.
“kita rilis nanti satu februari 2024,” pungkasnya.(*)
Laporan : Wan
Editor : Febri






