Insiden Penembakan Nelayan di Laonti Diduga Dilakukan Oknum Anggota Polairud Sultra, Ini Penyebabnya

oleh -1037 Dilihat
oleh
Ilustrasi

Muarasultra.com, KENDARI – Direktur Polisi Air dan Udara (Polairud) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra), Kombes Pol Faisal Florentunis Napitupulu, ungkap tragedi penembakan empat nelayan di Perairan Cempedak, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kepada awak media saat ditemui di Rumah Sakit (RS) Santaana Kendari, ia menerangkan, berdasarkan laporan yang dia terima, awalnya anggota Polairud mendapat informasi ada aktifitas penangkapan ikan menggunakan bom pada Jumat (24/11/2023) pukul 02.00 Wita subuh tadi.

Mendapat informasi tersebut, tim patroli lantas bergerak menuju lokasi atau area penangkapan ikan yang dilakukan para korban, sebagaimana informasi yang diperoleh sebelumnya.

Setiba tim patroli, lanjut dia, para nelayan melakukan perlawanan saat hendak dihentikan aktifitas penangkapan ikan, yang memang dilarang dalam menggunakan bom.

“Laporan dari anggota dan marinir, dugannya yang terkena tembakan ini para pelaku bom ikan. Jadi nggota dapat informasi, ketika ke TKP ada perlawanan dan barang bukti sudah kami amankan semua satu perahu, bahan peledak dan sebagainya,” sebutnya.

Ditanya lebih jauh, Faisal Florentunis Napitupulu, enggan menjelaskan lebih detail soal kronologis utuh kejadian penembakan, yang menyebabkan satu orang nelayan tewas.

Alasannya, pihak kepolisian masih mengumpulkan data lengkap terkait tragedi penembakan ini. Dia juga menyebut, anggota yang diduga terlibat dalam penembakan ini, sementara pemeriksaan.

“Sementara itu dulu, kami masih mendalami, pihak Propam juga masih menelusuri. Selanjutnya kami akan informasikan,” tandasnya. (Rls).

Laporan : Febri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *