Antri BBM Tiada Akhir, Warga Konawe Curhat Sulitnya Mendapatkan BBM di Pertamina

oleh -64 Dilihat
oleh
Kondisi antrian di SPBU Unaaha.

Muarasultra.com, KONAWE – Antrian bahan bakar minyak atau BBM subsidi jenis pertalite di Kabupaten Konawe sepertinya tidak akan berakhir.
‎
‎Setiap hari ketika stok BBM subsidi tiba di Pertamina antrian di sepanjang jalan mengular.
‎
‎Jalan menyempit akibat kendaraan yang mengantri di bahu jalan. Lalulintas kendaraan tersendat bahkan terkadang macet.
‎
‎Salah satu warga Konawe, Efendi menyampaikan keluh kesahnya tentang BBM melalui media sosial Facebook.
‎
‎Saat mengantri di Pertamina Unaaha, Efendi menyiarkan ratusan kendaraan yang tengah menunggu BBM subsidi.
‎
‎”Ini kondisi antrian sore ini, di Pertamina Unaaha, padahal ini belum buka tapi antrian sudah seperti ini,” ujarnya. Selasa (20/10/2026).
‎
‎Ia pun bertanya, sampai kapan kondisi antrian seperti ini harus terjadi.
‎
‎”Sampai kapan mau begini,” kesalnya.
‎
‎Antrian panjang BBM subsidi rupanya tidak hanya terjadi di Kabupaten Konawe tetapi juga terjadi di daerah lain, seperti di Bali, Sumatera, Makasar bahkan Kendari.
‎
‎Namun setiap daerah memiliki langkah-langkah yang ampuh untuk meminimalisir tumpukan antrian.
‎
‎Di Bali Pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum menerapkan sistem ganjil genap, hasilnya antrian dapat diminimalisir.
‎
‎Di Makassar, Pemda, DPR dan APH melakukan sidak disemua SPBU hasilnya praktek orang dekat, orang dalam, bahkan pengumpul BBM subsidi teruai.
‎
‎Di Kendari, Pemkot mengerahkan satpol PP untuk melakukan pengawasan bahkan Penindakan kepada para penjual BBM subsidi yang berada disekitar SPBU.
‎
‎Hasilnya, antrian teruai, mafia BBM subsidi terdeteksi bahkan oknum pegawai SPBU yang diduga bermain dipecat.
‎
‎Di Konawe Pemerintah melalui Disperindag bersama APH pernah melakukan sidak namun hasilnya tidak signifikan. Antrian tetap mengular.
‎
‎Pemda berdalih, antrian disebabkan harga Pertamax yang melonjak membuat konsumen Pertamax beralih ke BBM subsidi. Artinya pejabat, pengusaha, orang kaya lari ke BBM subsidi.
‎
‎Pun DPRD telah melakukan rapat dengar pendapat bersama KNPI Konawe Ilham Jaya namun hasilnya tidak dilaksanakan secara konsisten. DPRD Konawe tudan turun sidak, sanksi pun hingga hari ini tidak dilakukan padahal temuan dari KNPI jelas dan valid.
‎
‎Alhasil, BBM subsidi di Konawe tetap langka, antrian tetap mengular, harga pelan tapi pasti mulai naik dan sebuah keniscayaan harga sembako dan lain-lain juga akan naik.
‎
‎
‎
‎
‎Laporan: Febri

‎
‎
‎
‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *