Proyek Rp12,96 Miliar Disorot, Jalan Langgonawe Rusak, Kades Tagih Janji Kontraktor

oleh -107 Dilihat
oleh
Proyek penanggunglangan banjir desa Langgonawe. Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe.

Muarasultra.com, KONAWE – Kepala Desa Langgonawe, Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe, Muhammad Yusuf, mengeluhkan kerusakan jalan desa yang diduga akibat aktivitas pemuatan material batu gajah untuk proyek penanggulangan banjir yang dikerjakan oleh CV Rezeki Putra Perkasa.
‎
‎Selain kerusakan badan jalan, aktivitas pemuatan material tersebut juga dikeluhkan warga karena menimbulkan debu yang mengganggu kenyamanan dan aktivitas masyarakat setempat.
‎
‎Muhammad Yusuf menjelaskan, kerusakan jalan terjadi seiring aktivitas pemuatan batu gajah yang dilakukan kontraktor untuk mendukung pekerjaan proyek penanggulangan banjir di Desa Langgonawe, yang berada di bawah pelaksanaan PJSA BWS Sulawesi IV.
‎
‎Menurutnya, pihak pemerintah desa bersama kontraktor sebelumnya telah menandatangani berita acara yang memuat kesepakatan mengenai perbaikan jalan. Namun, hingga Senin (20/10/2026), perbaikan tersebut belum juga direalisasikan.
‎
‎”Kemarin waktu mereka datang sosialisasi, ada berita acara yang kami tandatangani tentang perbaikan jalan. Takutnya jangan sampai pekerjaan selesai, mereka pulang tidak bilang-bilang,” ujar Muhammad Yusuf melalui sambungan telepon WhatsApp, Senin (20/10/2026).
‎
‎Ia berharap kontraktor tidak mengabaikan kesepakatan tersebut dan segera mengambil langkah untuk memperbaiki kondisi jalan yang terdampak aktivitas proyek.
‎
‎Yusuf juga mengungkapkan bahwa debu dari aktivitas pemuatan material menjadi keluhan warga. Meski pihak kontraktor telah melakukan penyiraman, menurutnya, upaya tersebut belum menjangkau seluruh ruas jalan yang terdampak.

Proyek Penahanan Banjir di desa Langgonawe, Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe.

‎”Debu juga jadi keluhan warga. Mereka sebenarnya menyiram, tapi hanya di permukiman, tidak semua mereka siram,” ungkapnya.
‎
‎Atas kondisi tersebut, Yusuf meminta pihak kontraktor menunjukkan keseriusannya dalam menangani dampak pekerjaan, terutama kerusakan jalan yang digunakan untuk mendukung aktivitas proyek.
‎
‎Ia berharap perbaikan dapat segera dilakukan, setidaknya melalui penimbunan sementara pada bagian jalan yang rusak.
‎
‎”Minimal mereka timbun-timbun dulu pakai pasir,” harapnya.
‎
‎Terpisah, pelaksana proyek penanggulangan banjir Langgonawe, Sugiarto, membenarkan bahwa aktivitas pemuatan material masih berlangsung. Ia mengatakan, perbaikan jalan akan dilakukan setelah kegiatan pemuatan material selesai.
‎
‎”Iya, masih sementara pemuatan. Selesai pemuatan, nanti diservis lagi jalan,” ujar Sugiarto saat dikonfirmasi.
‎
‎Ia juga menegaskan bahwa perbaikan jalan yang terdampak aktivitas proyek tetap menjadi komitmen pihaknya.
‎
‎”Saya tetap komitmen,” pungkasnya.
‎
‎Sebagai informasi, proyek pembangunan tanggul penanggulangan banjir di Desa Langgonawe dikerjakan oleh CV Rezeki Putra Perkasa, dengan PT Indoplan Inti Patria sebagai konsultan supervisi.
‎
‎Proyek tersebut memiliki masa kontrak selama 210 hari dengan total anggaran sebesar Rp12.963.000.000 atau sekitar Rp12,96 miliar.
‎
‎
‎
‎Laporan: Febri Nurhuda

‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *