‎Dinkes Rilis Hasil Uji Lab Sampel Makanan, Sampel Sekolah Terkontaminasi Bakteri, Sampel Di Dapur SPPG Tongauna Steril

oleh -717 Dilihat
oleh

Muarasultra.com, KONAWE – Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe melalui laboratorium kesehatan daerah (Labkesda) merilis hasil uji laboratorium sampel makanan yang disajikan oleh dapur SPPG Tongauna-Asao pada hari Kamis 25 September 2026 kemarin.
‎
‎Dari dua sampel yang diuji, Dinkes Konawe  menemukan sampel makanan yang berasal dari SMAN 20 Konawe terkontaminasi bakteri E-coli.
‎
‎Sedangkan hasil uji laboratorium sampel makanan yang diambil dari dapur SPPG Tongauna-Asao nol bakteri atau dengan kata lain steril dan higienis.
‎
‎”Dua sampel makanan yang diuji, satu dari dapur SPPG Tongauna-Asao, satu dari Sekolah. Hasilnya sampel makanan dari dapur SPPG Tongauna-Asao 0 Bakteri. Sedangkan sampel makanan dari sekolah ditemukan 3.500 bakteri coliform, 150 E-coli
‎dikuah bakso, kemudian 3.000 bakteri coliform, 140 bakteri E-coli dari pentol bakso,” jelas Kadis kesehatan Konawe.
‎
‎Menurut, Yones penyebab siswa SMAN 20 Konawe mengalami gejala keracunan disebabkan oleh kuah dan pentol bakso yang telah terkontaminasi bakteri.
‎
‎Sehingga saat dikonsumsi oleh siswa dengan kondisi daya tahan tubuh lemah langsung bereaksi dan menyebabkan alergi, gatal, mual, pusing dan gejala lain.
‎
‎Yones menduga pihak SPPG Tongauna lalai saat melakukan pengantaran makanan sebab diompreng sppg tidak tercantum label dan batas waktu konsumsi makanan.
‎
‎”Mungkin makanan ini terpapar saat diantar, karena disekolah kan ada ruangan tempat makanan ini disimpan, mungkin saja terpapar sinar matahari, kelembaban ruangan atau sudah lewat waktu konsumsinya, karena siswa kita di SMP, SD bahkan balita tidak mengalami gejala yang terjadi di SMA” jelasnya.
‎
‎Oleh karena itu, Yones secara tegas meminta agar seluruh SPPG yang berada di kabupaten Konawe benar-benar menerapkan SOP sesuai petunjuk BGN. Jangan lagi peristiwa seperti ini terulang kedepannya.
‎
‎”Kita tidak inginkan hal seperti ini terulang, oleh karena itu saya meminta agar pihak SPPG maupun BGN agar SOP benar-benar dilaksanakan. Apapun hasilnya, pihak SPPG harus bertanggung jawab dan ini menjadi evaluasi bagi pihak SPPG beserta seluruh jajaran didalamnya,” tegas Yones.
‎
‎
‎
‎Laporan; Febri Nurhuda

‎
‎
‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *