Muarasultra.com, KONAWE – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Konawe terus memperkuat upaya membangun budaya olahraga di tengah masyarakat. Salah satunya melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Indeks Pembangunan Olahraga (IPO) Tahun 2026 yang digelar selama dua hari, 24–25 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung di salah satu hotel di Unaaha tersebut diikuti sebanyak 50 guru olahraga tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) se-Kabupaten Konawe.
Bimtek ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman dan kapasitas tenaga pendidik olahraga, sekaligus mendorong pengembangan olahraga yang lebih terarah, berkelanjutan, dan mampu menjangkau masyarakat secara luas.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dispora Konawe H. Jahiudin, S.Sos., M.Si., Sekretaris Dispora Arifin Ganai, S.Pd., M.Pd., serta Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Andang Masnur, S.Pd., M.Pd.
Dalam sambutannya, H. Jahiudin menegaskan bahwa pembangunan olahraga tidak semata-mata diarahkan untuk melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam menciptakan masyarakat yang sehat, aktif, dan produktif.
Menurutnya, diperlukan motivasi dan gerakan bersama untuk membangun kesadaran masyarakat agar olahraga dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Kita harus terus memotivasi masyarakat, menciptakan insan-insan yang sehat. Program ini harus dilakukan secara berkelanjutan dan berkesinambungan,” ujar Jahiudin.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan koordinasi lintas sektor agar olahraga tidak hanya dilakukan pada momentum tertentu, melainkan tumbuh menjadi kebiasaan dan rutinitas masyarakat.
“Kita perlu kolaborasi dan koordinasi agar olahraga menjadi kebiasaan dan rutinitas masyarakat. Dengan begitu, kita dapat mewujudkan generasi muda yang sehat dan kuat,” katanya.
Dorong Gerakan Masyarakat Aktif dan Bugar
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan materi dari Yayat Suyatna, S.Pd., M.Pd., Asisten Deputi Olahraga Masyarakat Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Materi yang disampaikan turut mengangkat GeMa (Gerakan Masyarakat Aktif dan Bugar) sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan aktivitas fisik masyarakat.
Yayat menyoroti pentingnya menjadikan olahraga sebagai bagian dari lifestyle atau gaya hidup, terutama di tengah tantangan yang dihadapi pelajar dan generasi muda saat ini.
Perkembangan pola kehidupan modern turut membuat aktivitas fisik masyarakat semakin berkurang. Kebiasaan duduk dalam waktu lama dan minimnya aktivitas gerak menjadi tantangan tersendiri dalam membangun masyarakat yang sehat dan produktif.
Kondisi tersebut membuat gerakan untuk mengajak masyarakat lebih aktif bergerak menjadi semakin penting.
Karena itu, lingkungan sekolah memiliki posisi strategis dalam membangun kebiasaan hidup aktif sejak usia dini. Guru olahraga tidak hanya berperan dalam memberikan pembelajaran pendidikan jasmani, tetapi juga menjadi salah satu penggerak dalam menanamkan kesadaran tentang pentingnya aktivitas fisik kepada peserta didik.
Melalui Bimtek IPO 2026, Dispora Konawe diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, sekolah, guru olahraga, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem olahraga yang tumbuh secara berkelanjutan.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia Konawe yang sehat, bugar, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
Dengan semangat kolaborasi dan gerakan bersama, olahraga diharapkan tidak lagi dipandang sebatas aktivitas fisik atau kegiatan seremonial, tetapi menjadi kebiasaan dan gaya hidup masyarakat Konawe.
Laporan : Febri Nurhuda







