Muarasultra.com, KONAWE – Sebanyak 200 guru jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Konawe mengikuti pelatihan koding dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi tenaga pendidik di tengah perkembangan teknologi digital.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Konawe melalui bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) tersebut berlangsung selama dua hari, 8–9 September 2026, di Hotel AlGhisan, Kelurahan Tuoy, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe.
Pelatihan ini dibuka oleh Kepala Bidang GTK Dinas Dikbud Konawe, Asran Lasahari, S.Pd., MM.

Peserta pelatihan terdiri dari 100 guru jenjang SD dan 100 guru jenjang SMP. Mereka mendapatkan pembekalan terkait pemahaman dasar koding serta pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam mendukung proses pembelajaran.
Dalam kegiatan tersebut, Dinas Dikbud Konawe menghadirkan Aricia Pristiani, S.Pd., M.Pd., Fasilitator BGTK Kendari, dan Haldi Ali Syukur, S.Pd., MM., Fasilitator Nasional, sebagai pemateri dan fasilitator.
Asran Lasahari dalam arahannya menekankan pentingnya guru mengikuti perkembangan teknologi pendidikan. Menurutnya, perkembangan kecerdasan artifisial tidak dapat dihindari sehingga tenaga pendidik perlu memiliki pemahaman dan kemampuan untuk memanfaatkannya secara tepat.
“Guru saat ini diharapkan dapat memahami dan menguasai koding serta kecerdasan artifisial. Penguasaan teknologi ini penting agar guru mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif,” ujar Kabid GTK Konawe Asran Lasahari.

Pelatihan tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan teknis guru, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai bagaimana teknologi dapat digunakan sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran.
Kecerdasan artifisial, misalnya, dapat dimanfaatkan guru untuk membantu menyiapkan bahan ajar, mengembangkan ide pembelajaran, menyusun materi sesuai kebutuhan peserta didik serta mendorong terciptanya metode pembelajaran yang lebih kreatif.
Sementara itu, pengenalan koding diharapkan dapat membantu guru memahami dasar-dasar berpikir komputasional, logika, pemecahan masalah dan kreativitas yang nantinya dapat diterapkan dalam proses pendidikan.
Dinas Dikbud Konawe berharap 200 guru yang mengikuti pelatihan dapat meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada rekan-rekan guru lainnya serta mengimplementasikannya di lingkungan sekolah masing-masing.

Dengan demikian, pelatihan ini diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pemahaman peserta, tetapi dapat memberikan dampak nyata terhadap kualitas pembelajaran di sekolah.
Penguasaan teknologi oleh guru juga dinilai menjadi salah satu bagian penting dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan masa depan. Guru dituntut tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami cara memanfaatkannya secara efektif, bijak dan bertanggung jawab.
Melalui kegiatan tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe menargetkan lahirnya tenaga pendidik yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi serta mampu mengintegrasikan inovasi digital dalam kegiatan belajar mengajar.
Laporan : Febri Nurhuda







