Bupati Konawe Terima Kunjungan Perwakilan Kemendikdasmen, Bahas Rencana Pembangunan SNT

oleh -73 Dilihat
oleh
Bupati Konawe, H Yusran Akbar, ST. (Tengah), PLT Kadis Dikbud Konawe , Ahmad Djauhari, S.Pd., M.Pd (Kiri), Perwakilan Kemendikdasmen Junaidin Pagala, ST, MT (Kanan).

Muarasultra.com, KONAWE – Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST., menerima kunjungan perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI di Sulawesi Tenggara, Junaidin Pagala, ST., MT., di Kantor Bupati Konawe, Rabu (2/9/2026).

‎Dalam pertemuan tersebut, Bupati Konawe didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Konawe, Ahmad Djauhari, S.Pd., M.Pd. Kunjungan itu membahas rencana pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kabupaten Konawe.

‎Bupati Konawe melalui Kepala Dinas Dikbud Konawe, Ahmad Djauhari, mengatakan Pemerintah Kabupaten Konawe menyambut baik dan memberikan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan SNT sebagai bagian dari program nasional di bidang pendidikan.

‎“Alhamdulillah, tadi kami mendampingi Bapak Bupati Konawe menerima kunjungan perwakilan Kemendikdasmen dalam rangka rencana pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Kabupaten Konawe,” jelas Ahmad Djauhari.

‎Menurutnya, program SNT merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas akses serta meningkatkan pemerataan layanan pendidikan berkualitas. Kehadiran SNT di Konawe diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi peningkatan kualitas pendidikan sekaligus membuka akses pendidikan yang lebih baik bagi generasi muda.

‎Dalam pembahasan tersebut, lokasi yang diproyeksikan untuk pembangunan SNT berada di kawasan SPP Wawotobi. Namun, rencana tersebut masih membutuhkan proses koordinasi karena lahan SPP Wawotobi merupakan aset milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

‎Pembangunan SNT diperkirakan membutuhkan lahan sekitar 15 hingga 20 hektare. Sementara kawasan SPP Wawotobi saat ini memiliki luas sekitar 50 hektare.

‎“Pak Bupati akan konsultasi terlebih dahulu dengan Bapak Gubernur. Luas lahan SPP saat ini sekitar 50 hektare. Mudah-mudahan Bapak Gubernur bisa memberikan pengalihan aset sekitar 20 hektare untuk pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Konawe,” ungkapnya.

‎Ahmad menegaskan, proses pembangunan SNT di Konawe saat ini masih berada pada tahap konsultasi dan koordinasi antarpemerintah. Pemkab Konawe, kata dia, akan terus mengupayakan agar seluruh tahapan dapat berjalan dengan baik.

‎“Masih tahap konsultasi. Doakan supaya semua lancar. Kita lakukan yang terbaik untuk kemajuan pendidikan kita dan masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.



‎Laporan : Febri Nurhuda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *