Diduga Jadi Biang Kerok Dokumen Terbang Ore Ilegal di Konawe Utara, JKHP Minta ESDM RI bekukan Kuota RKAB PT. Bosowa Mining

oleh -755 Dilihat
oleh
Risaldi, S.Ip.

Muarasultra.com, KENDARI – Jaringan Komunikasi Hukum Pertambangan (JKHP) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyoroti PT. Bosowa Mining salah satu perusahaan pertambangan yang berada di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.

Ketua Umum Jaringan Komunikasi Hukum Pertambangan Sultra Risaldi, S.Ip menyampaikan bahwa pihaknya menduga kuat bahwa PT. Bosowa menjadi perusahaan yang memiliki peran penting dalam penjualan ore nikel ilegal di Kabupaten Konawe Utara khususnya di area blok Morombo.

“PT. Bosowa Mining ini kami duga menjadi biang kerok yang menyediakan dokumen untuk keperluan pengapalan ore nikel hasil ilegal mining dikabupaten Konawe Utara”, Ujar Risal. Kendari, (20/6/2025).

Aktivis pertambangan yang biasa disapa Risal kemudian membeberkan bahwa PT. Bosowa Mining ini kerap dipakai dokumennya oleh penambang ilegal di kawasan Konawe Utara.

“Jadi dengan kuota RKAB yang cukup besar dimiliki oleh PT. Bosowa Mining ini kami duga sudah beberapa kali dipakai dokumennga untuk meloloskan Ore Nikel ilegal”, beber Risal

“Kalau diliat dari lokasi IUP perusahaan PT. Bosowa mining sangat tidak mungkin mengapalkan ore nikelnya melalui beberapa jety yang berada di kawasan blok morombo pertanyaannya kemudian ore dari mana yang PT. Bosowa kapalkan hingga menggunakan jety milik perusahaan lain di area morombo pantai sementara lokasi IUP PT. Bosowa mining yang tidak mungkin mengapalkan ore nikelnya sendiri menggunakan jety area tersebut”, Tambah Risal.

Risal sapaan akrab aktivis pertambangan itu meminta agar Kementrian ESDM RI melalui Dirjen Minerba untuk mengevaluasi kuota RKAB PT. Bosowa Mining.

“Kami minta Kementrian ESDM RI untuk mengevaluasi kutoa RKAB PT. Bosowa mining yang terbilang cukup besar karena dugaan kami Kuota RKAB sebesar itu disalahgunakan untuk penjualan ore nikel ilegal di kawasan Blok Morombo yang merugikan negara, kalau perlu kuota RKAB PT. Bosowa Mining harus dibekukan”, tegas Risal

Selain itu, Risal juga meminta agar Kejaksaan Agung Republik Indonesia (KEJAGUNG RI) melakukan investigasi menyeluruh soal dugaan dokumen terbang PT. Bosowa Mining yang kerap memfasilitasi ore ilegal

“Jadi kalau Kuota RKAB PT. Bosowa Mining digunakan untuk menjual ore nikel ilegal maka disitu ada kerugian negara. Nah, menjadi tugas Kejagung RI untuk memastikan hal itu sehingga kami minta Kejagung memanggil dan memeriksa pimpinan PT. Bosowa Mining”, tutupnya.

Hingga berita ini terbit, awak media masih berapa menghubungi pihak PT Bosowa Mining.

Laporan : Febri Nurhuda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *