Wamen ATR/BPN Ossy Dermawan (keempat kanan) dan jajaran foto bareng tim Rakyat Merdeka yang dipimpin Direktur Utama Kiki Iswara Darmayana di Gedung Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Selasa (25/3/2025). (Foto: Khairizal Anwar/Rakyat Merdeka/RM.id)
Muarasultra.com, JAKARTA – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Ossy Dermawan mengatakan, kementeriannya telah menyiapkan sejumlah program prioritas.
Salah satunya adalah meningkatkan kualitas layanan pertanahan melalui digitalisasi dan integrasi data. Ia berharap, transformasi digital dapat membawa perubahan signifikan dalam pengelolaan pertanahan. Sehingga lebih transparan, efisien dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Digitalisasi juga diharapkan mampu meminimalisir potensi sengketa agraria,” kata Wamen Ossy dalam wawancara khusus dengan Rakyat Merdeka, di Kantor Kementerian ATR/ BPN, Jakarta, Selasa (25/3/2025).
Dalam wawancara itu, Wamen Ossy didampingi Kepala Biro Humas Kementerian ATR/BPN Harison Mocodompis serta Kabag Pemberitaan dan Hubungan Antar Lembaga Risdianto Prabowo Samodro.
Dari Rakyat Merdeka hadir Kiki Iswara Darmayana (CEO Rakyat Merdeka Group), Ratna Susilowati (Direktur Pemberitaan), Firsty Hestyarini (Pemimpin Redaksi RM Digital), Haris Indrawan (Manager Umum), Bambang Trismawan (Reporter) dan Khairizal Anwar (Jurnalis Foto/Video).
Laporan : Redaksi
Muarasultra.com, KONAWE – Seorang oknum kepala desa di Kecamatan Latoma, Kabupaten Konawe, berinisial S, diduga…
Muarasultra.com, KENDARI – Narapidana korupsi pertambangan, Supriadi, dipindahkan ke Lapas Nusakambangan. Langkah tegas diambil Kakanwil…
Muarasultra.com, KENDARI – Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas I Molawe membuka layanan aduan 24…
Muarasultra.com, KONAWE – Di tengah dorongan kuat pemerintah pusat untuk melakukan efisiensi anggaran melalui Instruksi…
Muarasultra.com, JAKARTA – Tim penyidik resmi menetapkan Hery Susanto (HS) , yang menjabat sebagai Anggota…
Muarasultra.com, JAKARTA - Lembaga yang seharusnya menjadi benteng pengawasan pelayanan publik justru diguncang dari dalam.…