Adventorial

Tiga Tahun Tanpa Kejelasan Status Lahan Transmigrasi, Ratusan Warga Desa Tawamelewe-Kasaeda Geruduk Kantor Bupati Konawe

Muarasultra.com, KONAWE – Ratusan warga desa Tawamelewe-Kasaeda, Kecamatan Uepai, menggelar aksi demontrasi di depan Kantor Bupati Konawe, Senin (3/2/2025).

Aksi ini dilakukan, buntut status lahan transmigrasi warga di desa Tawamelewe-Kasaeda yang tak kunjung menuai kejelasan dari pemerintah daerah.

Lahan seluas 270 milik warga desa Tawamelewe-Kasaeda dengan bukti kepemilikan sertifikat diduga dirampas oleh oknum tak bertanggungjawab.

Salah satu orator dalam aksi demontrasi ini, Muh Hajar mengatakan masyarakat Tawamelewe-Kasaeda adalah masyarakat yang beradab dan taat aturan. Kepemilikan lahan seluas 270 hektare adalah pemberian dari negara serta lahan yang dibeli dari masyarakat.

Semua lahan tersebut memiliki sertifikat sebagai landasan hukum atas kepemilikan lahan tersebut. Namun hari sejak 3 tahun yang lalu lahan dua milik warga desa Tawamelewe-Kasaeda dirampas oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Tidak masuk akal, masyarakat bali mengambil sesuatu yang bukan haknya, mereka adalah masyarakat beradab, semua lahan yang mereka miliki dilengkapi sertifikat, lantas mengapa persoalan ini tidak ada penyelesaiannya,” tegas Hajar.

Ia menambahkan, pemerintah Daerah dan Forkopimda harus segera menyelesaikan persoalan ini, karena lahan tersebut merupakan lahan harapan dan penghidupan masyarakat.

“Kami sudah terlalu sabar, tiga tahun bukan waktu yang singkat, jika persoalan ini tidak ada kejelasan maka kami memastikan akan menggelar aksi yang lebih besar dan memasang tenda di kantor Bupati Konawe,” tegas Muh Hajar.

Senada dengan hal ini, salah satu aktivis Konawe Jumran juga menyoroti lambannya proses penyelesaian lahan di desa Tawamelewe dan desa Kasaeda.

Padahal Pemda Konawe, DPRD dan Forkopimda kabupaten Konawe telah melaksanakan rapat bersama tanggal 16 Januari 2025 yang hasilnya telah disepakati agar lahan 270 hektare harus dikembalikan kepada pemilik sertifikat.

“Hasil rapat tanggal 16 sudah jelas, lahan pertanian di desa Tawamelewe – Kasaeda dikembalikan kepada pemilik sah (pemilik sertifikat), yang bersengketa dikembalikan, kepada pengadilan untuk diselesaikan, bukan kami yang harus buka meja karena kami pemilik sertifikat,” ungkapnya.

Jumran juga meminta agar pemda Konawe melaksanakan poin-poin tuntutan berikut ini ;
1. Meminta Pemda dan Forkopimda menghentikan narasi sengketa, karena yang terjadi di desa Tawamelewe dan Kasaeda adalah perampasan tanah dan pelanggaran HAM.

Suasana demontrasi warga desa Tawamelewe dan desa Kasaeda, di Kantor Bupati Konawe.

2. Mendesak Pemda dan Forkopimda segera mengeluarkan para perampas hak, memasang police line 1 kali 24 jam dan patok BPN.

3. Apabila poin 2 tidak di penuhi, maka pemilik lahan yang sah akan turun mengambil haknya, apapun resikonya.

4. Meminta pemda untuk tidak lagi membuka ruang diskusi dengan pihak-pihak yang merampas lahan. Jika ada yang ingin menggugat lakukan di pengadilan.

5. Pemda konawe harus menghentikan aksi premanisme di lokasi lahan desa Tawamelewe dan Kasaeda, serta Laksanakan keputusan tanggal 16 Januari 2025.

Pantauan awak media dilokasi demontrasi, Pj Bupati Konawe Stanley tidak berada di tempat dan diwakili oleh kepala kesbangpol Konawe, Tery Indria. Namun kehadiran Kepala Kesbangpol Konawe tidak diterima oleh masa aksi. Yang diinginkan hanya kehadiran Pj Bupati Konawe Stanley.

Laporan : Febri Nurhuda

admin

Recent Posts

Polres Konsel Kerahkan Tiga Polsek, Wakapolres Turun Langsung Pastikan Siswa Dapat Penanganan Medis

Muarasultra.com, KONAWE SELATAN - Kepolisian Resor (Polres) Konawe Selatan mengerahkan personel dari tiga kepolisian sektor…

2 jam ago

Proyek Banjir Konaweeha Rp12,9 Miliar di Konawe Disorot, Debu Ganggu Warga dan Material Diduga Ilegal, Polisi Diminta Bertindak

Muarasultra.com, KONAWE - Proyek Pengendalian Banjir Sungai Konaweeha di desa Langgonawe, Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe,…

13 jam ago

Bawa Nama Konawe ke Panggung Regional, King Skate Tampil Gemilang di EIRC 2026

Muarasultra.com, KONAWE - Club sepatu roda Konawe King Skate (KKS) menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang…

15 jam ago

Penerangan Jalan Andowia-Wanggudu Raya Disorot Usai Kecelakaan, IPPMAWA Desak Pemkab Konut Buka Dokumen PJU, Kadis DLH Bungkam

Muarasultra.com, KONAWE UTARA — Minimnya penerangan di sepanjang jalan poros Andowia–Wanggudu Raya, Kabupaten Konawe Utara,…

20 jam ago

Upah Lembur dan Sistem Roster Dipersoalkan, Manajemen PT Sifang Mining Site TMS Konawe Utara Disorot, Buruh Ancam Mogok 21 Oktober

Muarasultra.com, KONAWE UTARA — Ratusan pekerja PT Sifang Mining Indonesia yang bertugas di Site TMS/PT…

23 jam ago

Puluhan Siswa SD dan SMA di Konsel Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Dilarikan ke Puskesmas

Muarasultra.com, KONAWE SELATAN – Puluhan siswa sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) di…

23 jam ago