Muarasultra.com, KOLAKA TIMUR – Jembatan gantung yang menghubungkan Dusun 4, 5 dan 6 Desa Ameroro, Kecamatan Tinondo, Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, putus saat dilakukan perbaikan, Minggu (3/12/2023) sekira pukul 11.20 WITA.
Total korban akibat ambruknya jembatan Tinondo tersebut sebanyak 10 orang, 2 diantaranya meninggal dunia dan 8 korban lainya dalam perawatan.
Kapolres Kolaka Timur AKBP Yudhi Palmi DJ menjelaskan bahwa kecelakaan kerja tersebut terjadi saat nasyarakat kerja bakti di jembatan gantung sebanyak 40 orang yang di pimpin Kepala Dusun 5 Lamoare Hasrul Waihi.
Kemudian lanjut Kapolres, sekitar pukul 11.00 Wita warga yang masih melanjutkan pekerjaan tersisa sekitar 20 orang, kemudian sebanyak 15 orang berada ditengah jembatan gantung.
Tiba-tiba, ungkap Kapolres tali sleng jembatan tersebut terputus dibagian kanan atas sehingga jembatan miring mengakibatkan warga yg berjumlah 15 Orang berada di tengah jembatan tersebut sebagian terjatuh kekali setinggi kurang lebih 15 meter, dan sebagian warga bergantung di tali sleng yang tidak putus.
Setelah di dilakukan pertolongan, ungkapnya diketahui yang terjatuh berjumlah 10 Orang. 2 (dua) orang diantaranya meninggal di tempat akibat tertimpa kayu gelagar yang akan di pasang.
“Sementara 8 Orang lainnya mengalami luka-luka, patah kaki, hingga patah pinggang,” bebernya.
Di ketahui jembatan gantung penghubung Dusun 4 dan Dusun 5 merupakan proyek Tahun 2010 melalui Program PNPM, putusnya jembatan tersebut di perkirakan akibat faktor sudah tidak layak yg mencapai 13 Tahun berdirinya jembatan tersebut.
Serta pekerjaan gotong royong warga saat melakukan perbaikan jembatan gantung atas inisiatif Pemerintah Desa melalui suwadaya karena jembatan tersebut satu-satunya jalan penghubung antar Dusun yakni Dusun 4, 5 Lamoare dan Dusun 6 Peroa Desa Ameroro.
Di tempat berbeda Plt Kadis Kesehatan Kolaka Timur Harun saat dikonfirmasi terkait insiden tersebut mengatakan, bahwa korban saat ini sudah dalam penanganan pelayanan Kesehatan di PKM Tinondo.
“yang luka di rawat di Tinondo, yang patah dan luka serius dirujuk ke rumah sakit Kabupaten Kolaka, sementara yang meninggal dunia sudah di bawa kekeluarganya,” ungkapnya.
Adapun korban meninggal dunia, pertama atas nama Sahar (45) beralamat Desa Ameroro, selanjutnya Ambo Ala (55) beralamat Desa Ameroro Kecamatan Tinondo.
Adapun yang luka parah atas nama Arifuddin, Erwin, Panali, Anzar, Agustan, Hasan, Basri dan Jumadi semuanya dari Kecamatan Tinondo.
Muarasultra.com, KONAWE – Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) berinisial…
Muarasultra.com, KONAWE – Di tengah dorongan kuat pemerintah pusat untuk melakukan efisiensi anggaran melalui Instruksi…
Muarasultra.com, KENDARI – Narapidana korupsi pertambangan, Supriadi, dipindahkan ke Lapas Nusakambangan. Langkah tegas diambil Kakanwil…
Muarasultra.com, KENDARI – Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas I Molawe membuka layanan aduan 24…
Muarasultra.com, KONAWE – Di tengah dorongan kuat pemerintah pusat untuk melakukan efisiensi anggaran melalui Instruksi…
Muarasultra.com, JAKARTA – Tim penyidik resmi menetapkan Hery Susanto (HS) , yang menjabat sebagai Anggota…