Berita

‎Proyek Rekonstruksi Jalan Oheo Senilai Rp5,1 Miliar di Konawe Diduga Mark Up Anggaran

Muarasultra.com, Unaaha – Proyek Rekonstruksi Jalan Oheo yang berlokasi di Kelurahan Puunahaa, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe, menjadi sorotan setelah muncul dugaan adanya pembengkakan atau mark up anggaran dalam pelaksanaannya.

‎Berdasarkan data pada Layanan Pengadaan Secara Elektronik Kabupaten Konawe, proyek rekonstruksi jalan tersebut memiliki volume pekerjaan sepanjang 1,33 kilometer dengan nilai anggaran mencapai sekitar Rp5,1 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Konawe Tahun Anggaran 2026.

‎Proyek tersebut diketahui dikerjakan oleh CV Alif Aura Perkasa, sebuah perusahaan yang disebut baru berdiri pada akhir tahun 2023. Berdasarkan jadwal pelaksanaan, pekerjaan dimulai pada Maret 2026 dan direncanakan selesai pada September 2026.



‎Dugaan mark up muncul setelah dilakukan perbandingan dengan estimasi biaya pengaspalan jalan yang dipublikasikan oleh PT Laksana Karya Indonesia. Dalam penjelasannya, biaya pengaspalan jalan umumnya ditentukan oleh empat komponen utama, yakni material aspal hotmix, pekerjaan pondasi dasar (base dan subbase course), sewa alat berat dan mobilisasi, serta tenaga kerja dan pengawasan.

‎Menurut estimasi tersebut, untuk pembangunan atau pengaspalan jalan sepanjang satu kilometer dengan lebar enam meter dan ketebalan lima sentimeter, total biaya umumnya berada pada kisaran Rp850 juta hingga Rp1,3 miliar, tergantung spesifikasi pekerjaan dan kualitas material yang digunakan.

‎Sementara itu, untuk jalan dengan spesifikasi industri atau akses kendaraan berat, biaya dapat mencapai sekitar Rp1,4 miliar per kilometer atau lebih. Dengan asumsi tersebut, pekerjaan rekonstruksi Jalan Oheo sepanjang 1,33 kilometer diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp1,8 miliar.

‎Bahkan apabila memperhitungkan kenaikan harga material, biaya mobilisasi, akomodasi, serta tambahan pekerjaan penunjang seperti drainase, talud, dan rabat beton, nilai proyek diperkirakan masih berada pada kisaran Rp3 miliar.



‎Namun demikian, anggaran yang tercantum dalam data LPSE mencapai Rp5,1 miliar atau jauh lebih tinggi dibandingkan estimasi biaya yang dihitung berdasarkan standar umum pekerjaan pengaspalan dan rekonstruksi jalan.

‎Perbedaan nilai anggaran tersebut menimbulkan pertanyaan publik terkait rincian pekerjaan yang menjadi bagian dari proyek rekonstruksi Jalan Oheo.

‎Sejumlah pihak menilai perlu adanya penjelasan terbuka dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Konawe, khususnya Bidang Bina Marga, mengenai dasar perhitungan anggaran, spesifikasi teknis, serta komponen pekerjaan yang menyebabkan nilai proyek mencapai Rp5,1 miliar.

‎Kepala bidang Bina Marga Kabupaten Konawe, Amsar saat ditemui di ruangannya, Kamis (11/6/2026) mengatakan bahwa pekerjaan tersebut masih dalam tahap pelaksanaan selama 180 hari kerja.



‎Perihal besarnya anggaran, Amsar enggan memberikan jawaban pasti.

‎”Masih berjalan pekerjaan, sampai 6 bulan,” ujar Asmar.


‎Laporan : Febri Nurhuda




‎Catatan Redaksi: Dugaan mark up merupakan klaim yang masih memerlukan pembuktian melalui audit teknis, pemeriksaan dokumen perencanaan, Rencana Anggaran Biaya (RAB), serta klarifikasi dari pihak-pihak terkait. Oleh karena itu, informasi ini disajikan sebagai bentuk kontrol publik dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

admin

Recent Posts

Stop Bulying dan Tawuran, Kapolsek Pondidaha Imbau Pelajar Tak Sebarkan Video Perkelahian dan Hindari Aksi Balasan

Muarasultra.com, KONAWE – Beredarnya video perkelahian antar pelajar di media sosial menjadi perhatian serius Polsek…

1 jam ago

Oknum Guru di Seram Barat Maluku Dilaporkan ke Polisi, Diduga Lakukan Pelecehan Seksual

Muarasultra.com, SERAM BAGIAN BARAT - Oknum guru Sekolah Dasar (SD) berinisial AK dilaporkan ke Polres…

17 jam ago

PT Konutara Sejati Disorot, Empat Persoalan Muncul: Demo, Kematian Karyawan hingga Izin Jalan Hauling

Muarasultra.com, KONAWE UTARA — Aktivitas PT Konutara Sejati (KS) di Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara,…

2 hari ago

Masuki Babak Baru, Politeknik Agraria STPN Resmi Diluncurkan oleh Menteri ATR/Kepala BPN

‎Muarasultra.com, Yogyakarta - Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) resmi memasuki babak baru dengan bertransformasi menjadi…

2 hari ago

Anggaran Diduga di Korupsi, Proyek P3-TGAI di Konawe Belum Rampung, Tenggat 12 September Semakin Dekat ‎

Muarasultra.com, KONAWE — Sejumlah proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Kabupaten…

2 hari ago

Breaking News: Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Konawe, Ahmad Djauhari Meninggal Dunia di RS Husada Jakarta ‎

Muarasultra.com, Jakarta - Pelaksana tugas atau PLT Kepala dinas pendidikan dan kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Konawe,…

2 hari ago