Berita

Proyek Inpres di Koltim Gunakan Material Tak Layak, Supplier Diduga Anggota Polisi

Muarasultra.com, KOLAKA TIMUR – Instruksi Presiden (Inpres) pertanian 2025 berfokus pada percepatan swasembada pangan melalui dua instruksi utama: Inpres Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan, peningkatan, rehabilitasi, serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi, dan Inpres Nomor 3 Tahun 2025 tentang pendayagunaan penyuluh pertanian.

Inpres ini mengamanatkan koordinasi lintas sektor untuk memperkuat infrastruktur pertanian, termasuk irigasi, dan memodernisasi sistem penyuluhan pertanian demi mencapai ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.

Salah satu daerah di Sulawesi Tenggara (Sultra) yang kecipratan proyek Inpres adalah Kabupaten Kolaka Timur. Tercatat daerah ini mendapatkan 93 titik proyek rehabilitasi saluran air persawahan atau tersier dan drainase. Tersebar di beberapa desa dan kecamatan di Kolaka Timur seperti, Kecamatan Lambandia, Ladongi, Tinondo, Loea, Dangia dan Tirawuta.

Akan tetapi sejumlah persoalan mulai dihadapi kelompok tani dan pekerja. Mereka secara terbuka mengeluh dan menyoroti material yang didatangkan oleh suplier. Disebutkan pasir dan batu yang didatangkan sangat tidak layak untuk konstruksi tersier ataupun drainase.

“Kacau pak, pasir yang mereka bawa tidak bisa untuk drainase, lebih banyak batunya, mana bercampur tanah, nda bisa untuk plastarean,” ujar salah satu warga Ladongi yang juga ikut bekerja di proyek ini.

Ia menambahkan selain pasir yang tidak layak, batu gunung yang digunakan juga menyulitkan para pekerja. “Kasian kami pak, kita kerja dikejar waktu baru materialnya begini, nda bisa begini pak,” ungkapnya lagi.

Senada halnya apa yang disampaikan Andi (Samaran), ia mengungkap proyek ini tidak akan bertahan lama sebab materil yang digunakan bukan kualitas baik.

“Paling satu musim, baru rusak kembali pak, liami ini pasirnya pak batu semua,” katanya menambahkan.

Ia juga mengungkap, pemasok material atau supplier pasir dan batu pekerjaan ini merupakan oknum anggota polisi.

“Polisi katanya,” tukasnya.

Terkait sorotan dan keluhan ini, awak media mencoba menghubungi pihak BWS pihak Terkait akan tetapi hingga berita ini terbit pihak dimaksud belum bisa dihubungi.

Laporan : Febri Nurhuda

admin

Recent Posts

Polres Konsel Kerahkan Tiga Polsek, Wakapolres Turun Langsung Pastikan Siswa Dapat Penanganan Medis

Muarasultra.com, KONAWE SELATAN - Kepolisian Resor (Polres) Konawe Selatan mengerahkan personel dari tiga kepolisian sektor…

2 jam ago

Proyek Banjir Konaweeha Rp12,9 Miliar di Konawe Disorot, Debu Ganggu Warga dan Material Diduga Ilegal, Polisi Diminta Bertindak

Muarasultra.com, KONAWE - Proyek Pengendalian Banjir Sungai Konaweeha di desa Langgonawe, Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe,…

13 jam ago

Bawa Nama Konawe ke Panggung Regional, King Skate Tampil Gemilang di EIRC 2026

Muarasultra.com, KONAWE - Club sepatu roda Konawe King Skate (KKS) menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang…

15 jam ago

Penerangan Jalan Andowia-Wanggudu Raya Disorot Usai Kecelakaan, IPPMAWA Desak Pemkab Konut Buka Dokumen PJU, Kadis DLH Bungkam

Muarasultra.com, KONAWE UTARA — Minimnya penerangan di sepanjang jalan poros Andowia–Wanggudu Raya, Kabupaten Konawe Utara,…

20 jam ago

Upah Lembur dan Sistem Roster Dipersoalkan, Manajemen PT Sifang Mining Site TMS Konawe Utara Disorot, Buruh Ancam Mogok 21 Oktober

Muarasultra.com, KONAWE UTARA — Ratusan pekerja PT Sifang Mining Indonesia yang bertugas di Site TMS/PT…

23 jam ago

Puluhan Siswa SD dan SMA di Konsel Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Dilarikan ke Puskesmas

Muarasultra.com, KONAWE SELATAN – Puluhan siswa sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) di…

23 jam ago