Berita

Polres Kutai Timur Sebut Temuan Warga Tentang Air Keruh PDAM Terjadi Tahun 2024

Muarasultra.com, Kutai Timur, Kalimantan Timur – Polres Kutai Timur melakukan tindaklanjut laporan warga perihal air sungai PDAM di desa Bumi Etam, Kecamatan Kaubun, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Informasi ini disampaikan Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto, S.H., S.I.K, M.H., melalui, Kapolsek Kaliorang yang aktif memimpin kegiatan di wilayah Kaubun, AKP Damianus Jelatu mengatakan bahwa video kondisi air PDAM keruh terjadi pada tahun 2024.

“Data ini (Dokumentasi dan video wawancara) sudah kami konfirmasikan sama PDAM, perusahan di sekitar termasuk saudara paulus yang diwawancarai, bahwa data ini tahun 2024 dan sudah selesai,” Jelas AKP Damianus Jelatu melalui keterangan resminya melalui pesan whatsapp. Rahu (8/4/26).

Sebelumnya diberitakan, warga Desa Bumi Etam, Kecamatan Kaubun, Kabupaten Kutai Timur, mulai mengeluhkan kondisi air sungai yang selama ini menjadi sumber air PDAM. Air sungai tersebut kini berubah keruh dan diduga terdampak aktivitas pertambangan batu bara di wilayah hulu.

Keluhan ini disampaikan langsung oleh salah satu warga, Paulus Jama. Ia mengungkapkan bahwa perubahan kondisi air mulai dirasakan dalam beberapa waktu terakhir, sehingga warga tidak lagi berani menggunakan air tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.

Ia mengungkap air sungai PDAM di Desa Bumi Etam ini mengalir dari kawasan tambang batu bara. Diduga berasal dari aktivitas PT Ganda Alam Makmur (GAM) dan PT Indexim Coalindo yang alirannya melalui Sungai Senimbung, wilayah PT Telen di Desa Bukit Permata.

“Sekarang airnya sudah keruh, tidak seperti dulu yang jernih, jadi kami tidak berani lagi menggunakannya,” ujar Paulus kepada awak media.

Menurutnya, perubahan warna air yang signifikan diduga akibat limbah erosi dari aktivitas tambang di wilayah hulu. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran warga terhadap dampak kesehatan maupun lingkungan dalam jangka panjang.

Paulus juga memperlihatkan kondisi terkini air sungai di sekitar instalasi PDAM yang tampak keruh dan tercemar. Ia menegaskan bahwa sebelumnya air sungai tersebut menjadi sumber utama kebutuhan air bersih masyarakat.

“Atas kondisi ini, kami sebagai warga meminta kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah, termasuk instansi terkait serta aparat penegak hukum, agar segera turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan mengambil tindakan tegas,” tambahnya.

Namun setelah ditelusuri oleh kepolisian setempat, peristiwa ini terjadi pada tahun 2024 lalu.

Laporan : Febri Nurhuda

admin

Recent Posts

Perkuat Sinergi Antarinstansi, Kepala Kantah Konawe Hadiri Rapat Sosialisasi Kebijakan Golden Visa

Muarasultra.com, UNAAHA – Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Konawe, Rully Handayani, S.H., M.Kn., menghadiri Rapat Sosialisasi…

51 detik ago

Peduli Rakyat, DPRD Konawe Dorong Legalisasi Pertambangan Rakyat

Muarasultra.com, KONAWE — Kisruh aktivitas tambang pasir di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Konaweeha, Kabupaten…

57 menit ago

Buka Forum Bakohumas 2026, Sekjen ATR/BPN Tekankan Penyamaan Persepsi dalam Implementasi Sertipikat Elektronik

Muarasultra.com, ​Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Dalu…

7 jam ago

Mobile Health Clinic PT SCM Hadirkan Layanan Kesehatan Inklusif bagi Warga Terpencil di Routa

Muarasultra.com, KONAWE – PT. Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup…

7 jam ago

Ketua DPRD Konawe Ikuti Retreat di Magelang

Muarasultra.com, Konawe - Ketua DPRD Kabupaten Konawe, I Made Asmaya, S.Pd.,MM mengikuti kegiatan retret yang…

8 jam ago

Kabid Perhubungan Konawe Bakal Disidang Kode Etik Imbas Lompat Jabatan, Sejumlah Pejabat Diduga Terlibat

Muarasultra.com, KONAWE – Nasib seorang oknum kepala bidang (kabid) di Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Konawe…

8 jam ago