Opini

Opini : PENCALONAN HONESTI BASYIR SEBAGAI DIRUT PT TELKOM CACAT ETIKA MORAL

Muarasultra.com, JAKARTA – Pujangga Kraton Surakarta R.Ng Ronggowarsito dalam serat yang terkenal kalatidha, telah memberikan tanda-tanda akan datang suatu zaman edan, dengan kata kunci “seuntung-untungnya yang lupa, lebih untung yang ingat dan waspada”.

Fenomena kalatidha telah menjadi potret keseharian, dalam kehidupan berbangsa bernegara di Indonesia. Dalam konteks politik, para politisi dan pemangku kebijakan, berlomba merebut jabatan dan kedudukan, tanpa berpegang pada etika dan moral sebagai tatanan nilai luhur maha karya para leluhur.

Arogansi kekuasaan, telah dijadikan alat legitimasi untuk memperkokoh dan memperbesar kekuasaannya.

Tarik menarik kepentingan di lingkungan internal kekuasaan, dalam rangka menetapkan dirut PT Telkom, melalui mekanisme RUPS tahunan yang akan diselenggarakan pada 27 Mei 2025, mulai merebak gejala kalatidha.

Munculnya nama mantan dirut PT Bio Farma, Honesti Basyir, sebagai calon dirut PT Telkom, menandakan kita telah berada di zaman edan, dimana etika dan moral tidak lagi dijadikan tuntunan sakral.

Pasalnya Honesti Basyir saat menjabat dirut PT Bio Farma, diduga kuat tersangkut kasus rasuah distribusi vaksin covid 19, sebanyak 3.208.342 dosis dengan nilai sekitar Rp 528,18 milyar. Kasusnya saat ini masih bergulir di Kejaksaan Negeri Kota Bandung.

Ketika presiden Prabowo menempatkan pemberantasan korupsi, sebagai vital interest dalam kebijakan nasionalnya, masih saja ada pihak-pihak yang mencoba memancing di air keruh, pada pencalonan dirut PT Telkom yang mengusung nama Honesti Basyir, yang masih memiliki tangung jawab hukum, terkait kasus korupsi di PT Bio Farma.

Terlebih kondisi PT Telkom saat ini sedang didera kasus korupsi dan anjloknya harga saham mencapai 38 %.

RUPS PT Telkom seyogyanya harus dijadikan momentum strategis, dalam rangka penyegaran manajemen jajaran direksi. PT Telkom diharapkan dapat menjadi pioneer BUMN yang memiliki keberanian untuk memberikan standar kriteria sangat tinggi terhadap calon direktur utama PT Telkom.

Mencermati masih terjadinya kasus penumpang gelap, dalam pencalonan dirut PT Telkom melalui mekanisme RUPS yang akan diselenggarakan pada 27 Mei 2025, menjadi warning bagi presiden Prabowo untuk melakukan pengawasan melekat, pada pelaksanaan RUPS Tahunan PT Telkom.

 

Sri Radjasa MBA

Pemerhati Intelijen

 

 

 

admin

Recent Posts

Dua Periode Pimpin Lamoen, Arlin Saranani Kembali Maju dengan Moto “Mengabdi dengan Hati, Membangun dengan Bukti”

Muarasultra.com, KONAWE SELATAN - Memasuki kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Lamoen tahun 2026, sosok…

1 jam ago

Polisi Bersama Masyarakat, Kapolsek Pondidaha Ajak Warga Cegah Narkoba dan Jaga Kamtibmas Lewat Jumat Keliling

Muarasultra.com, KONAWE – Kapolsek Pondidaha, Iptu Amar Asran, S.H., mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap keamanan…

2 jam ago

Proyek Penanggunglangan Banjir di Wonggeduku Gunakan Material Batu dari Kecamatan Sawa

Muarasultra.com, KONAWE - Proyek penanggunglangan banjir sungai Konaweeha milik PJSA di desa Langgonawe, Kecamatan Wonggeduku,…

4 jam ago

Kejati Sultra Tetapkan Eks Sekda dan Bendahara Jadi Tersangka, Siapa Menyusul?

Muarasultra.com, KONAWE - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara menetapkan dua orang tersangka dalam perkara dugaan…

20 jam ago

Mantan Sekda Asrun Lio Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Uang Makan Minum Pemprov Sultra

Muarasultra.com, KENDARI - Eks Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Asrun Lio, ditetapkan sebagai…

22 jam ago

Mahasiswa Sultra di Jakarta Desak IUP PT KPI Dicabut, Pimpinan PT ASKON Diminta Diproses Hukum

Muarasultra.com, JAKARTA – Koalisi Mahasiswa Sulawesi Tenggara (Sultra)-Jakarta mendesak pemerintah mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP)…

1 hari ago